Periode kreatif-adaptif pendidikan Muslim merupakan fase penting dalam perkembangan intelektual Islam yang ditandai oleh interaksi antara tradisi keilmuan yang beragam dan proses transformasi pengetahuan. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik periode kreatif-adaptif, mengidentifikasi mekanisme adaptasi kreatif para cendekiawan Muslim, serta mengeksplorasi relevansinya bagi pembaruan pendidikan Islam kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan dengan pendekatan historis-analitis dan komparatif. Sumber utama penelitian adalah karya Mehdi K. Nakosteen, dilengkapi literatur ilmiah yang relevan mengenai pendidikan Islam, gerakan penerjemahan, dan integrasi keilmuan. Hasil penelitian menunjukkan tiga karakteristik utama, yaitu keterbukaan intelektual lintas peradaban, dukungan institusional, dan perluasan akses pengetahuan. Adaptasi kreatif berlangsung melalui resepsi dan penerjemahan, asimilasi kritis, serta inovasi orisinal. Temuan tersebut menunjukkan relevansi lima prinsip bagi pendidikan Islam kontemporer: keterbukaan epistemologis, multidisiplinaritas, inovasi berbasis nilai, dukungan institusional, dan adaptivitas kontekstual.
Copyrights © 2026