Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran Fiqih yang masih didominasi metode ceramah dan bersifat teacher centered. Padahal, pembelajaran Fiqih menuntut kemampuan analisis terhadap dalil dan penerapan hukum dalam kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, diperlukan model pembelajaran yang mendorong keaktifan dan penemuan konsep secara mandiri, salah satunya adalah model Discovery Learning. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mendeskripsikan penerapan model Discovery Learning pada pembelajaran Fiqih di MTsN 3 Jombang; (2) mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis siswa; serta (3) mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat penerapan model tersebut dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta diuji keabsahannya melalui teknik triangulasi dan ketekunan pengamatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model Discovery Learning pada pembelajaran Fiqih di MTsN 3 Jombang berjalan efektif dan sistematis, melalui tahapan stimulation, problem statement, data collection, data processing, verification, dan generalization. Model ini mampu meningkatkan aktivitas dan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. Kemampuan berpikir kritis siswa mengalami peningkatan yang signifikan, terlihat dari kemampuan siswa dalam mengidentifikasi masalah, menganalisis dalil, memberikan argumentasi logis, serta menarik kesimpulan secara tepat. Guru dan siswa merasakan dampak positif dari penerapan model ini, karena pembelajaran menjadi lebih aktif, analitis, dan kontekstual
Copyrights © 2026