Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep integrasi sains dan Islam dalam perspektif Seyyed Hossein Nasr serta implikasinya terhadap pembentukan akhlak siswa di era modern. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh berbagai tantangan moral yang dihadapi siswa di tengah perkembangan sains, teknologi, dan globalisasi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi pustaka (library research). Data diperoleh dari karya-karya Seyyed Hossein Nasr serta buku, artikel ilmiah, dan sumber akademik lain yang relevan, kemudian dianalisis menggunakan analisis isi (content analysis). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Nasr memandang keterpisahan sains dari dimensi spiritual dan metafisik sebagai salah satu persoalan mendasar dalam sains modern. Menurut Nasr, ilmu pengetahuan perlu ditempatkan dalam kerangka tauhid sehingga tidak hanya diarahkan untuk memahami realitas empiris, tetapi juga memiliki tujuan spiritual dan landasan etis. Dalam konteks pendidikan, pandangan tersebut berimplikasi pada perlunya menempatkan pengembangan intelektual berjalan bersama dengan pembentukan akhlak. Integrasi sains dan Islam dengan demikian tidak sekadar menghubungkan materi sains dengan ajaran agama, tetapi menyangkut cara pandang terhadap ilmu, tujuan penggunaannya, dan nilai yang mendasarinya. Dengan pendekatan tersebut, pendidikan diharapkan dapat membentuk siswa yang memiliki kemampuan intelektual sekaligus akhlak dan tanggung jawab moral dalam menghadapi perkembangan zaman.
Copyrights © 2026