Rendahnya kemampuan literasi numerasi dan hasil capaian matematika siswa pada tingkat internasional maupun nasional menjadi latar belakang utama dilakukannya penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan secara mendalam akar permasalahan pembelajaran matematika di sekolah menengah pertama melalui tinjauan faktor kognitif, cara mengajar, serta kondisi psikologis siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan melakukan studi di tiga sekolah menengah pertama negeri di Kota Serang. Data dihimpun melalui pengamatan langsung di kelas, wawancara mendalam kepada guru dan siswa, serta pengumpulan dokumen pendukung. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa hambatan terbesar bersumber dari aspek kognitif, di mana siswa mengalami kesulitan mendasar dalam memahami konsep abstrak dan cenderung hanya menghafal rumus tanpa pemahaman yang mendalam. Selain itu, metode pengajaran guru yang masih bersifat satu arah dan kurangnya penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi menciptakan kejenuhan bagi siswa. Kendala ini diperparah dengan adanya kecemasan matematika yang membuat siswa merasa takut dan tidak percaya diri untuk berpartisipasi aktif di kelas. Sebagai simpulan, permasalahan matematika siswa di Kota Serang bersifat sistemik yang melibatkan rapuhnya konstruksi pengetahuan, metode mengajar yang monoton, serta hambatan mental. Penelitian ini menyarankan perlunya transformasi pembelajaran melalui pemeriksaan kemampuan awal siswa, penggunaan media yang lebih interaktif, dan penciptaan suasana kelas yang mendukung kesehatan mental siswa.
Copyrights © 2026