Tersedak adalah keadaan darurat yang mengancam nyawa akibat sumbatan pada jalan napas, sering kali disebabkan oleh makanan padat atau benda asing, yang dapat berujung pada hipoksia atau kematian jika tidak segera ditangani. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pengetahuan dan keterampilan siswa MAN 1 Banyumas dalam penanganan kasus tersedak melalui program pengabdian kepada masyarakat. Tahapan kegiatan meliputi survei lapangan, koordinasi dengan pihak sekolah, skrining peserta, dan pelaksanaan edukasi pada Februari 2024. Intervensi dilakukan melalui pre-test, penyampaian materi edukasi dengan metode ceramah, demonstrasi teknik Heimlich maneuver dan back blow, praktik langsung oleh siswa, serta post-test. Sebanyak 35 siswa terlibat, mayoritas berusia 16 tahun (54,3%) dan berjenis kelamin perempuan (88,5%). Hasil pre-test menunjukkan 71,43% memiliki pengetahuan baik, namun 71,43% masih tidak terampil. Setelah edukasi, seluruh peserta (100%) mencapai kategori pengetahuan baik dan terampil dalam penanganan tersedak. Hasil ini menunjukkan bahwa pendekatan edukasi yang dikombinasikan dengan praktik langsung sangat efektif dalam meningkatkan kesiapsiagaan siswa menghadapi situasi darurat. Program ini menegaskan pentingnya pelatihan pertolongan pertama bagi seluruh lapisan masyarakat untuk mengurangi risiko fatal akibat tersedak. Penelitian ini merekomendasikan adanya pelatihan rutin di sekolah untuk membekali siswa dengan kemampuan penanganan kegawatdaruratan secara percaya diri dan efektif.
Copyrights © 2025