Bencana merupakan ancaman serius bagi kelompok lanjut usia (lansia) yang memiliki keterbatasan fisik dan mobilitas, terutama di wilayah pesisir rawan bencana seperti Gampong Paya Tieng, Kecamatan Pekan Bada, Kabupaten Aceh Besar. Kondisi tersebut menyebabkan lansia membutuhkan dukungan dan pendampingan yang memadai dalam menghadapi situasi bencana. Perawat sebagai tenaga kesehatan yang berinteraksi langsung dengan masyarakatmemiliki peran penting dalam meningkatkan pengetahuan, kesiapsiagaan, serta kemampuan lansia dalam menghadapi bencana. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan peran perawat dengan kemampuan menghadapi bencana pada lansia di Gampong Paya Tieng, Kecamatan Pekan Bada, Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross sectional pada 79 lansia yang dipilihmenggunakan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner peran perawat dan kuesioner kemampuan menghadapi bencana, kemudian dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 67,1% responden menilai peran perawat berada pada kategori baik dan 60,8% lansia berada pada kategori siap menghadapi bencana. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai signifikansi 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan yang signifikan antara peran perawat dengan kemampuan lansia menghadapi bencana. Lansia yang menilai peran perawat baik memiliki proporsi kesiapan lebih tinggi, yaitu 77,4%, dibandingkan dengan lansia yang menilai peran perawat kurang, yaitu 26,9%. Oleh karena itu, perawat perlu mengoptimalkan perannya sebagai edukator, caregiver, konselor, koordinator, dan advokat dalam memberikan edukasi, pendampingan, serta dukungan kepada lansia agar mampu meningkatkan kesiapsiagaan dan kemampuan menghadapi bencana secara mandiri.
Copyrights © 2026