Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Pemberian Teknik Valsava Manuver Terhadap Intensitas Nyeri Penusukan Arteriovenous Fistula (AVF) Pasien Hemodialisa Mahruri Saputra; Sabahul Badri
Jurnal Smart Keperawatan Vol 8, No 2 (2021): Desember 2021
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/jskp.v8i2.482

Abstract

Arteriovenous fistula (AVF) merupakan akses vaskuler eksternal sebagai tempat penusukan berulang pada pasien hemodialisa yang menyebabkan nyeri berulang. Pemberian teknik valsava manuver salah satu terapi nonfarmakologi yang dapat digunakan untuk menurunkan nyeri berulang penusukan AVF. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pemberian teknik valsava manuver terhadap intensitas nyeri penusukan AVF pasien hemodialisa. Penelitian kuantitatif ini dengan desain quasi experiment pre and post one sampel test. Pengambilan sampel dengan teknik consecutive sampling pada 33 orang. Analisis data menggunakan paired t-test. Hasil menunjukkan sebelum dilakukan teknik valsava manuver skala nyeri penusukan AVF adalah 4,82 (SD=1,402) dan sesudah dilakukan teknik valsava manuver skala nyeri penusukan AVF adalah 3,45 (SD=1,301). Ada perbedaan skala nyeri penusukan AVF sebelum dan sesudah pemberian teknik valsava manuver pasien hemodialisa dengan p value 0,000. Diharapkan pemberian teknik valsava manuver dapat menjadi intervensi mandiri keperawatan dalam menurunkan nyeri penusukan sehingga kenyamanan pasien hemodialis meningkat.Kata kunci: arteriovenous fistula; hemodialisa; nyeri penusukan, valsava manuverValsava Manuver Techniques To Pain Intensity  Arteriovenous  Fistula (AVF) Pain In Hemodialized PatientsAbstractArteriovenous fistula (AVF) is an external vascular access as a site for repeated punctures in hemodialysis patients which causes recurrent pain. The Valsalva maneuver is one of the non-pharmacological therapies that can be used to reduce repeated AVF stabbing pain. This study was purposed to identify the effectiveness of the Valsalva maneuver technique in reducing the intensity of AVF stabbing pain in hemodialysis patients. This quantitative research was a quasi-experimental pre and post one sample test design. Sampling technique used consecutive sampling technique on 33 people. Data analysis using paired t-test. The results showed that before the Valsalva maneuver the AVF stabbing pain scale was 4.82 (SD=1.402) and after the Valsalva maneuver the AVF stabbing pain scale was 3.45 (SD=1.301). There is a difference in the AVF stabbing pain scale before and after the Valsalva maneuver technique for hemodialysis patients with a p value of 0.000. It is hoped that the Valsalva maneuver technique can be an independent nursing intervention in reducing stabbing pain so that the comfort of hemodialysis patients increases. Keywords: Arteriovenous fistula, hemodialysis, stabbing pain, valsalva maneuver
Valsalva Maneuver to Decrease Pain Intensity During Arteriovenous Fistula Insertion in Hemodialysis Patients Mahruri Saputra; Ikhsanuddin Ahmad Harahap; Sutomo Kasiman
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 23, No 2 (2020): July
Publisher : Faculty of Nursing Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v23i2.645

Abstract

AV fistula allows external vascular access for hemodialysis patients. Because hemodialysis patients experience puncture wounds and stabbing pain approximately 300 times a year, development of methods to decrease pain intensity are of great importance. Some techniques, such as the Valsalva maneuver, are known to reduce pain. This study aims to assess the effect of the Valsalva maneuver on decreasing the intensity of AV fistula pain in patients receiving hemodialysis. The quasi-experimental research of pre and post without control applying consecutive sampling to get as many as 63 respondents. Pain intensity was measured by using the Numerical Pain Rating Scale (NPRS). The Valsalva maneuver was performed during insertion of the AV fistula needle for 16–20 seconds. The results showed significant differences in pain intensity between before and after the intervention with the difference in mean that is 1.35 (SD = 0.54), t = 19.70, p = 0.001. The Valsalva maneuver is effective in reducing the pain of AV fistula insertion because it stimulates the vagus nerve to induce an antinociceptive effect. Nurses are highly recommended to teach the Valsalva maneuver to patients undergoing routine hemodialysis. Abstrak Pemberian Teknik Manuver Valsalva terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Penusukan Arteriovenous Fistula pada Pasien Hemodialisis. Arteriovenous (AV) fistula merupakan akses vaskuler eksternal pasien hemodialisis. Pasien hemodialisis mengalami luka tusuk dan nyeri akibat penusukan sekitar 300 kali setahun sehingga perlu diberi tindakan untuk membantu mengatasinya. Beberapa teknik diketahui dapat menurunkan nyeri seperti teknik Valsalva manuver. Penelitian ini bertujuan menilai efek teknik Valsalva manuver terhadap penurunan intensitas nyeri penusukan AV fistula pada pasien hemodialisis. Penelitian quasi eksperimen pre dan post tanpa kontrol menerapkan consecutive sampling untuk mendapatkan sebanyak 63 responden. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numerical Pain Rating Scale (NPRS). Valsalva manuver dilakukan saat penusukan jarum AV fistula selama 16-20 detik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi dengan selisih mean yaitu 1,35 (SD=0,54), t=19,70, p=0,001. Valsalva manuver efektif menurunkan nyeri penusukan AV fistula karena menstimulasi saraf vagus dalam menginduksi efek antinociceptif. Teknik Valsalva manuver sangat direkomendasikan kepada perawat untuk mengajarkan teknik ini pada pasien yang menjalani hemodialisis rutin. Kata Kunci: AV fistula, hemodialisis, intensitas nyeri, Valsalva manuver
KOMPRES DINGIN TITIK LI-4 KONTRA LATERAL TANGAN MENEKAN RESPON NYERI SELAMA INVASIF ARTERIOVENOUS FISTULA (AVF) PASIEN HEMODIALISA Mahruri Saputra; Herlina A.n Nasution
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 8 No 02 (2020): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v8i02.1175

Abstract

Latar Belakang: Penusukan Arteriovenous fistula (AVF) akan menimbulkan nyeri berulang yang dapat mengganggu psikologis dan kenyamanan pasien yang menjalani hemodialisa. Salah satu terapi nonfarmakologi yang dapat digunakan untuk menurunkan nyeri yaitu kompres dingin pada titik LI-4. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi efektifitas kompres dingin titik LI-4 terhadap penurunan nyeri penusukan AVF pada pasien hemodialisa. Metode: Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif dengan desain quasi experiment pre and post one sampel test. Pengambilan sampel dengan teknik consecutive sampling dengan jumlah 33. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Pain Numerical Rating Scale. Analisis data menggunakan Paired T-Test. Hasil: Sebelum dilakukan kompres dingin LI-4 rata-rata intensitas nyeri penusukan AVF 5,36 (SD=1,47) dan sesudah pemberian kompres dingin titik LI-4 rata-rata intensitas nyeri penusukan AVF 3,30 (SD=0,95). Hasil uji didapatkan ada perbedaan intensitas nyeri penusukan AVF sebelum dan sesudah kompres dingin titik LI-4 pasien hemodialisa (p=0,000). Kesimpulan: Terdapat perbedaan signifikan antara intensitas nyeri penusukan AVF sebelum dan sesudah pemberian kompres dingin titik LI-4. Saran: Diharapkan intervensi kompres dingin titik LI-4 dapat menjadi intervensi mandiri untuk mengurangi nyeri penusukan sehingga bisa meningkatkan kenyaman pasien hemodialisa
Differences in Levels of Depression in Elderly Who Take Curse and Do Not Take Curse in Ingin Jaya District, Aceh Besar Eridha Putra; Mahruri Saputra; Martunis Martunis
Jurnal Smart Keperawatan Vol 9, No 2 (2022): Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Karya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34310/jskp.v9i2.690

Abstract

The elderly are old people who already have a lot of time to practice their religious activities, including taking part in recitations. The elderly who do not regularly participate in recitation activities experience depressive symptoms such as; a lack of confidence, feeling lonely, and loss of enthusiasm and hope in life. This study aims to determine the difference in the level of depression in the elderly who attend recitations and do not attend recitations at Kaye Lee Village, Ingin Jaya District, and Aceh Besar District. This research is quantitative with a comparative descriptive approach. The number of respondents in this study was 88 seniors, with the condition 44 elderly people attended the recitation and 44 did not attend the recitation. Sampling was carried out using purposive sampling. The results showed that results of the Mann-Whitney test showed that the mean rank level of depression in the elderly in the group taking part in recitation was 38.52 and in the group not attending recitation was 50.49 and the p-value was 0.025. The level of depression in the group attending the recitation was lower than the group who did not attend the recitation, meaning that the elderly who were active in recitation activities had a lower risk of experiencing depression. It is recommended that the results of this study form the basis for establishing programs to empower the elderly in the community, such as recitation programs in the village for social interaction and spiritual needs with the surrounding community, especially on aspects of the quality of life for the elderly in facing old age.Keywords: depression; elderly; recitationPerbedaan Tingkat Depresi pada Lansia yang Mengikuti Pengajian dan Tidak Mengikuti Pengajian di Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh BesarABSTRAK Lansia merupakan usia lanjut yang sudah memiliki banyak waktuuntuk mengamalkan kegiatan keagamaannya termasuk mengikuti pengajian. Lansia yang tidak mengikuti kegiatan pengajian secara rutin mengalami gejala-gejala depresi seperti merasa kesepian, kurang percaya diri, kehilangan semangat dan harapan. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan tingkat depresi pada lansia yang mengikuti pengajian dan tidak mengikuti pengajian di Desa Kaye Lee Kecamatan Ingin Jaya Kabupaten Aceh Besar. Penelitian ini bersifat kuantitatif dengan pendekatan deskriptif comparative. Jumlah responden dalam penelitian inisebanyak 88 orang lansia, dengan ketentuan lansia yang mengikuti pengajian 44 orang dan tidak mengikuti pengajian 44 orang. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan dari hasil  uji  Mann-whitney  didapatkan  nilai  mean  rank  tingkat depresi lansia pada kelompok megikuti pengajian  sebesar  38,52  dan  pada  kelompok  tidak mengikuti pengajian 50,49 serta nilai p-value  0,025. Tingkat depresi pada kelompok mengikuti pengajian lebih rendah dibandingkan kelompok yang tidak mengikuti pengajian, artinya lansia yang aktif dalam kegiatan pengajian memiliki resiko lebih rendah dalam mengalami depresi. Disarankan hasil penelitian ini menjadi dasar penetapan program-program pemberdayaan lansia dalam masyarakat, seperti program pengajian di desa untuk interaksi sosial dan kebutuhan spiritual dengan masyarakat sekitar, terutama pada aspek kulitas hidup lansia dalam menghadapi masa tua.Kata Kunci: depresi; lansia; pengajian
Valsalva Maneuver to Decrease Pain Intensity During Arteriovenous Fistula Insertion in Hemodialysis Patients Mahruri Saputra; Ikhsanuddin Ahmad Harahap; Sutomo Kasiman
Jurnal Keperawatan Indonesia Vol 23 No 2 (2020): July
Publisher : Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.7454/jki.v23i2.645

Abstract

AV fistula allows external vascular access for hemodialysis patients. Because hemodialysis patients experience puncture wounds and stabbing pain approximately 300 times a year, development of methods to decrease pain intensity are of great importance. Some techniques, such as the Valsalva maneuver, are known to reduce pain. This study aims to assess the effect of the Valsalva maneuver on decreasing the intensity of AV fistula pain in patients receiving hemodialysis. The quasi-experimental research of pre and post without control applying consecutive sampling to get as many as 63 respondents. Pain intensity was measured by using the Numerical Pain Rating Scale (NPRS). The Valsalva maneuver was performed during insertion of the AV fistula needle for 16–20 seconds. The results showed significant differences in pain intensity between before and after the intervention with the difference in mean that is 1.35 (SD= 0.54), t= 19.70, p= 0.001. The Valsalva maneuver is effective in reducing the pain of AV fistula insertion because it stimulates the vagus nerve to induce an antinociceptive effect. Nurses are highly recommended to teach the Valsalva maneuver to patients undergoing routine hemodialysis. Abstrak Pemberian Teknik Manuver Valsalva terhadap Penurunan Intensitas Nyeri Penusukan Arteriovenous Fistula pada Pasien Hemodialisis. Arteriovenous (AV) fistula merupakan akses vaskuler eksternal pasien hemodialisis. Pasien hemodialisis mengalami luka tusuk dan nyeri akibat penusukan sekitar 300 kali setahun sehingga perlu diberi tindakan untuk membantu mengatasinya. Beberapa teknik diketahui dapat menurunkan nyeri seperti teknik Valsalva manuver. Penelitian ini bertujuan menilai efek teknik Valsalva manuver terhadap penurunan intensitas nyeri penusukan AV fistula pada pasien hemodialisis. Penelitian quasi eksperimen pre dan post tanpa kontrol menerapkan consecutive sampling untuk mendapatkan sebanyak 63 responden. Intensitas nyeri diukur menggunakan Numerical Pain Rating Scale (NPRS). Valsalva manuver dilakukan saat penusukan jarum AV fistula selama 16-20 detik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara sebelum dan sesudah intervensi dengan selisih mean yaitu 1,35 (SD= 0,54), t= 19,70, p= 0,001. Valsalva manuver efektif menurunkan nyeri penusukan AV fistula karena menstimulasi saraf vagus dalam menginduksi efek antinociceptif. Teknik Valsalva manuver sangat direkomendasikan kepada perawat untuk mengajarkan teknik ini pada pasien yang menjalani hemodialisis rutin. Kata Kunci: AV fistula, hemodialisis, intensitas nyeri, Valsalva manuver
Pengaruh Pemberian Jahe Merah Terhadap Penurunan Nyeri Dismenore Pada Remaja Maulida Hanafiah; Mahruri Saputra; Reza Ayuni
Jurnal Asuhan Ibu dan Anak Vol. 8 No. 2 (2023): Jurnal Asuhan Ibu dan Anak
Publisher : Universitas 'Aisyiyah Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33867/jaia.v8i2.411

Abstract

Dismenore umumnya menjadi keluhan umum pada perempuan dan meskipun jarang berbahaya, dapat mengganggu aktivitas mereka. Remaja putri yang mengalami dismenore saat berada dalam proses pembelajaran mungkin mengalami penurunan semangat, gangguan konsentrasi, bahkan sulitnya menerima materi pembelajaran dengan baik. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pemberian jahe merah dalam meredakan nyeri dismenore pada remaja di MAN 3 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pretest dan posttest pada satu kelompok. Instrumen yang digunakan meliputi SOP pembuatan minuman jahe merah dan lembar observasi NRS (Numeric Rating Score). Hasil Penelitian di dapatkan bahwa dari 63 responden di MAN 3 Banda Aceh sebelum diberikan jahe merah didapatkan bahwa yang berada pada skala nyeri 0 (tidak nyeri) sebanyak 20,6%, nyeri ringan sebanyak 23,8%, nyeri sedang sebanyak responden 34,9% dan nyeri berat sebanyak 17,5%.Sehingga dapat disimpulkan bahwa sebagian besar responden mengalami skala nyeri sedang yaitu 34,9% sebelum diberikan jahe merah dan skala nyeri dismenore siswi MAN 3 Banda Aceh setelah dilakukan diberikan jahe merah, yang berada pada skala nyeri 0 (tidak nyeri) 74,6%, dan memiliki nyeri ringan sebanyak 7,9% responden. Kesimpulan adalah Pemberian jahe merah efektif digunakan dalam menurunkan nyeri dismenore. Uji Wilcoxon signed-rank menunjukkan hasil signifikan (Asymp.sig 2-tailed) sebesar 0,000 < ? = 0,05
KOMPRES DINGIN TITIK LI-4 KONTRA LATERAL TANGAN MENEKAN RESPON NYERI SELAMA INVASIF ARTERIOVENOUS FISTULA (AVF) PASIEN HEMODIALISA Mahruri Saputra; Herlina A.n Nasution
Jurnal Ilmiah Perawat Manado (Juiperdo) Vol 8 No 02 (2020): DESEMBER
Publisher : POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47718/jpd.v8i02.1175

Abstract

Latar Belakang: Penusukan Arteriovenous fistula (AVF) akan menimbulkan nyeri berulang yang dapat mengganggu psikologis dan kenyamanan pasien yang menjalani hemodialisa. Salah satu terapi nonfarmakologi yang dapat digunakan untuk menurunkan nyeri yaitu kompres dingin pada titik LI-4. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi efektifitas kompres dingin titik LI-4 terhadap penurunan nyeri penusukan AVF pada pasien hemodialisa. Metode: Jenis penelitian ini yaitu kuantitatif dengan desain quasi experiment pre and post one sampel test. Pengambilan sampel dengan teknik consecutive sampling dengan jumlah 33. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Pain Numerical Rating Scale. Analisis data menggunakan Paired T-Test. Hasil: Sebelum dilakukan kompres dingin LI-4 rata-rata intensitas nyeri penusukan AVF 5,36 (SD=1,47) dan sesudah pemberian kompres dingin titik LI-4 rata-rata intensitas nyeri penusukan AVF 3,30 (SD=0,95). Hasil uji didapatkan ada perbedaan intensitas nyeri penusukan AVF sebelum dan sesudah kompres dingin titik LI-4 pasien hemodialisa (p=0,000). Kesimpulan: Terdapat perbedaan signifikan antara intensitas nyeri penusukan AVF sebelum dan sesudah pemberian kompres dingin titik LI-4. Saran: Diharapkan intervensi kompres dingin titik LI-4 dapat menjadi intervensi mandiri untuk mengurangi nyeri penusukan sehingga bisa meningkatkan kenyaman pasien hemodialisa
Perbandingan Pemberian Pijat Morfin Endogen (Endorphin) dan Pijat Titik Li-4 terhadap Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif Utama, Reka Julia; Fadhlina, Fadhlina; Saputra, Mahruri
Journal of Language and Health Vol 5 No 3 (2024): Journal of Language and Health
Publisher : CV. Global Health Science Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/jlh.v5i3.4902

Abstract

Nyeri persalinan terjadi ketika otot rahim berkontraksi dalam upaya membuka serviks untuk mendorong kepala bayi ke arah panggul. Nyeri persalinan fase aktif I pada ibu dapat dikurangi dengan menggunakan metode nonfarmakologis yaitu pijat endorphin dan pijat titik LI-4 serta pijat titik LI-4 untuk mengurangi nyeri pada fase aktif I pada ibu melahirkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan pijat endorphin dan pijat titik LI-4 terhadap nyeri persalinan fase aktif I di BPM Erni Munir dan BPM Jouni Wati. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain quasi eksperimen dengan pendekatan two group pretest-posttest design. Sampel penelitian ini sebanyak 66 ibu melahirkan fase aktif I. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner tingkat nyeri dan analisis data menggunakan uji-t dependen. Hasil penelitian menunjukkan setelah dilakukan endorphin massage (p=0,000) dan LI-4 point massage (p=0,000) dengan taraf kepercayaan 95% berarti ada perbedaan intensitas nyeri sebelum dan sesudah dilakukan endorphin massage dan LI-4 point massage. Hasil penelitian juga menunjukkan tidak ada perbedaan intensitas nyeri persalinan fase aktif kala I antara kelompok endorphin massage dengan kelompok LI-4 point massage, p=0,546. Endorphin massage dan LI-4 point massage dapat menurunkan nyeri fase aktif I pada ibu bersalin.
PENERAPAN CONTINUITY OF CARE (COC) DALAM PENINGKATAN KESEMBUHAN PASIEN DENGAN TUBERKULOSIS PARU Riansyah, Ferdi; Fitria, Fitria; Fitri, Aina; Fazira, Frisca; Saputra, Mahruri; Usman, Said; Saputra, Irwan; Julia Utama, Reka; Ristiani, Ristiani
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol. 11 No. 2 (2024): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v11i2.817

Abstract

Tuberkulosis (TB) paru, yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis, merupakan salah satu penyakit menular dengan angka kematian yang tinggi di seluruh dunia. Di Indonesia, TB paru menduduki peringkat kedua setelah India, dengan 969 ribu kasus dan 93 ribu kematian per tahun. Meskipun telah tersedia vaksin BCG untuk pencegahan, efektivitasnya hanya sekitar 50%, sehingga penularan masih menjadi tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas pendekatan Continuity of Care (CoC) dalam meningkatkan kepatuhan dan pengetahuan pasien TB paru. Penelitian ini menggunakan metode quasi-experimental dengan desain Posttest-Only Control Design, di mana pasien TB paru dibagi menjadi kelompok eksperimen yang menerima intervensi CoC dan kelompok kontrol yang tidak menerima intervensi. Data dikumpulkan dari tiga Puskesmas di Aceh Besar antara Maret hingga Agustus 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa CoC secara signifikan meningkatkan kepatuhan (87%) dan pengetahuan (69,6%) pasien dibandingkan dengan kelompok kontrol (P < 0,005). Temuan ini menunjukkan bahwa CoC berperan penting dalam meningkatkan kualitas perawatan pasien melalui peningkatan kepatuhan terhadap pengobatan dan pengetahuan tentang kondisi kesehatannya. Dengan hubungan yang lebih baik antara pasien dan penyedia layanan kesehatan, CoC dapat membantu menurunkan angka penularan dan meningkatkan keberhasilan pengobatan TB paru. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi implementasi CoC dalam konteks yang lebih luas dan populasi yang lebih beragam.
THE RELATIONSHIP OF THE ROLE OF POSYANDU CADRES ON THE QUALITY OF LIFE OF ELDERLY STROKE SUFFERS IN THE WORKING AREA OF THE MEURAH MULIA COMMUNITY HEALTH CENTER NORTH ACEH Aina Fitri; Mahruri Saputra; Rehmaita Malem; Nadia Ulfa
International Conference on Education, Science, Technology and Health (ICONESTH) 2023: ICONESTH
Publisher : International Conference on Education, Science, Technology and Health (ICONESTH)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/iconesth.vi.238

Abstract

Stroke in the elderly can affect life in various aspects, including physical, psychological, emotional, cognitive and social. This decreased function will have an impact on the quality of life of the elderly. Elderly posyandu cadres have a role in improving the quality of life of the elderly by means of motivation, counseling and regular health monitoring. The aim of this research is to determine the relationship between the role of posyandu cadres and the quality of life of elderly stroke sufferers in the Meurah Mulia Community Health Center working area, North Aceh. This research design uses a quantitative method approachcross sectional study. Population in this study totaling 32 people, namely all elderly stroke patients who were in the working area of the Meurah Mulia Community Health Center, North Aceh. The sampling technique was carried out using the total sampling Which totaling 32 people. Data analysis was carried out univariate and bivariate using tests Chi Square test. Based on the results of the research conducted, it can be seen that there were 19 respondents (59.4%) in the Good category for patient quality of life and 13 respondents (40.6%) in the Poor category. Statistical test results using Chi Square Test obtained value 0.002 < 0.005, then Ho is rejected and Ha is accepted, so it can be concluded that there is a relationship between the role of Posyandu cadres and the quality of life of elderly stroke sufferers in the working area of the Meurah Mulia Community Health Center, North Aceh Regency.