Penelitian ini bertujuan menganalisis pengelolaan pembelajaran inklusif berbasis sentra bermain peran untuk meningkatkan kemampuan komunikasi dua arah anak berkebutuhan khusus (ABK) di TKIT Harapan Bunda Purwokerto. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas dua guru kelas, satu Guru Pendamping Khusus (GPK), dan satu anak berkebutuhan khusus yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model analisis interaktif dengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran inklusif dikelola secara kolaboratif oleh guru kelas dan GPK melalui penyesuaian Program Pembelajaran Individual (PPI). Sentra bermain peran dengan tema perubahan iklim efektif meningkatkan kemampuan komunikasi dua arah anak ABK melalui interaksi aktif dengan teman sebaya. Peran GPK sebagai pendamping dan co-regulator emosi serta penerapan budaya peer acceptance turut menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan nondiskriminatif. Penelitian menyimpulkan bahwa integrasi kurikulum yang fleksibel, pembelajaran berbasis sentra, dan pendampingan intensif GPK menjadi faktor penting dalam meningkatkan kemampuan komunikasi dua arah dan perkembangan bahasa ekspresif anak berkebutuhan khusus.
Copyrights © 2026