Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama di dunia dan prevalensinya terus meningkat pesat di antara negara-negara berkembang. Tanaman waru (Hibiscus tiliaceus) diketahui mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, fenolik, dan steroid yang berpotensi sebagai antihipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antihipertensi ekstrak etanol daun waru dan pengaruh variasi dosis serta lama pemberian terhadap penurunan tekanan darah. Penelitian ini menggunakan 30 ekor mencit putih jantan yang dibagi menjadi 6 kelompok, yaitu kontrol negatif (Na CMC 0,5%), kontrol positif (deksametason dan NaCl), pembanding (kaptopril), serta tiga kelompok dosis ekstrak etanol daun waru masing-masing 75, 150, dan 300 mg/kgBB. Hipertensi diinduksi secara oral menggunakan kombinasi deksametason 0,5 mg/kgBB dan NaCl selama 7 hari. Ekstrak diberikan selama 14 hari dengan pengukuran tekanan darah pada hari ke-7 dan ke-14. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA dua arah dan uji Duncan. Hasil skrining fitokimia menunjukkan ekstrak positif mengandung flavonoid, alkaloid, fenolik, dan steroid. Rendemen ekstrak sebesar 3,53%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variasi dosis ekstrak etanol daun waru mampu menurunkan tekanan darah pada mencit hipertensi. Dosis terbaik adalah 150 mg/kgBB dengan persentase penurunan tekanan darah sistolik sebesar 23,43% dan diastolik 22,83% pada hari ke-14. Berdasarkan uji ANOVA dua arah, tidak terdapat perbedaan nyata antar kelompok dosis (p>0,05), namun lama perlakuan memberikan pengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah sistolik. Dengan demikian, ekstrak etanol daun waru berpotensi sebagai agen antihipertensi berbasis herbal.
Copyrights © 2026