Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Rasionalitas Penggunaan Antibiotik pada Pasien Pneumonia di Salah Satu Rumah Sakit di Sumatera Barat Lola Azyenela; Almahdy Almahdy; Vella Syafitri
Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF) Vol. 3 No. 1 (2025): Januari : Jurnal Riset Ilmu Kesehatan Umum dan Farmasi (JRIKUF)
Publisher : LPPM STIKES KESETIAKAWANAN SOSIAL INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57213/jrikuf.v3i1.490

Abstract

Pneumonia is an infectious disease or acute inflammation of the lung parenchyma, mainly caused by the bacteria Streptococcus pneumoniae. The use of antibiotics is the main therapy in the treatment of pneumonia, antibiotics used can inhibit the growth or kill the bacteria that cause infection. Irational use of antibiotics can cause treatment to be less effective, decreased drug safety, increased levels of resistance and increased treatment costs. The aim of this research is to examine the rationality of using antibiotics in pneumonia patients in the pulmonary inpatient installation of M. Zein Painan Hospital for the period January-December 2020. This type of research is non-experimental research, using descriptive methods and retrospective data collection, as well as data collection purposive sampling. Data were analyzed using reference sources in the form of Drug Pharmacotherapy Hand Book 11th Edition and Guidelines for Diagnosis & Management of Community Pneumonia in 2014. The results of this study were that there were 118 patients who were diagnosed with pneumonia in the pulmonary inpatient installation at M. Zein Painan Regional Hospital, and only 48 patients met the requirements. inclusion criteria.   The results of the rational analysis of antibiotic use showed that of the 48 pneumonia patients, the indication was correct as much as (100%), the patient was correct as much as (100%), the drug was correct as much as (95.84%), the dose was correct as much as (96.08%) and the duration was correct. giving as much as (92.16%). The conclusion is that there is still irrational use of antibiotics in the pulmonary inpatient installation at M. Zein Painan Regional Hospital.
Perbandingan Penggunaan Obat Metildopa dan Kombinasi Metildopa-Nifedipin terhadap Tekanan Darah Pasien Preeklamsia Berat di RSUP Dr. M. Djamil Padang Wulanda Syahputri; Lola Azyenela; Zulkarni Zulkarni
Jurnal Multidisiplin Indonesia Vol. 5 No. 8 (2026): Jurnal Multidisiplin Indonesia
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jmi.v5i8.2881

Abstract

Preeklamsia berat merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang berkontribusi terhadap tingginya angka morbiditas dan mortalitas ibu serta janin. Pengendalian tekanan darah menjadi bagian penting dalam tata laksana preeklamsia untuk mencegah komplikasi lebih lanjut. Metildopa dan kombinasi metildopa dengan nifedipin merupakan terapi antihipertensi yang sering digunakan pada ibu hamil dengan preeklamsia berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas penggunaan metildopa tunggal dan kombinasi metildopa dengan nifedipin terhadap penurunan tekanan darah pasien preeklamsia berat di RSUP Dr. M. Djamil Padang. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif observasional analitik dengan desain retrospektif komparatif melalui penelusuran data rekam medis pasien periode Januari 2024–Oktober 2025. Sampel penelitian berjumlah 70 pasien yang terbagi menjadi kelompok terapi metildopa tunggal dan kombinasi metildopa dengan nifedipin masing-masing sebanyak 35 pasien. Analisis data dilakukan menggunakan uji paired t-test dan One-Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh kelompok terapi mampu menurunkan tekanan darah secara signifikan dengan nilai signifikansi <0,001. Rata-rata penurunan tekanan sistolik berkisar antara 29,91–40,05 mmHg dan diastolik 16,96–22,50 mmHg. Namun, hasil uji One-Way ANOVA menunjukkan tidak terdapat perbedaan efektivitas yang bermakna antar kelompok terapi (p>0,05). Kesimpulannya, metildopa tunggal maupun kombinasi metildopa dengan nifedipin memiliki efektivitas yang setara dalam menurunkan tekanan darah pasien preeklamsia berat, sehingga pemilihan terapi dapat disesuaikan dengan kondisi klinis pasien.
Uji Aktivitas Antihipertensi Ekstrak Etanol Daun Waru (Hibiscus tiliaceus) pada Mencit Putih Jantan yang Diinduksi NaCl dan Deksametason Lola Azyenela; Juni Fitrah; Muhammad Rifqi
SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional Vol. 5 No. 2 (2026): SITAWA : Jurnal Farmasi Sains dan Obat Tradisional
Publisher : LPPM Akademi Farmasi Imam Bonjol Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62018/sitawa.v5i2.277

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang utama di dunia dan prevalensinya terus meningkat pesat di antara negara-negara berkembang. Tanaman waru (Hibiscus tiliaceus) diketahui mengandung senyawa flavonoid, alkaloid, fenolik, dan steroid yang berpotensi sebagai antihipertensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antihipertensi ekstrak etanol daun waru dan pengaruh variasi dosis serta lama pemberian terhadap penurunan tekanan darah. Penelitian ini menggunakan 30 ekor mencit putih jantan yang dibagi menjadi 6 kelompok, yaitu kontrol negatif (Na CMC 0,5%), kontrol positif (deksametason dan NaCl), pembanding (kaptopril), serta tiga kelompok dosis ekstrak etanol daun waru masing-masing 75, 150, dan 300 mg/kgBB. Hipertensi diinduksi secara oral menggunakan kombinasi deksametason 0,5 mg/kgBB dan NaCl selama 7 hari. Ekstrak diberikan selama 14 hari dengan pengukuran tekanan darah pada hari ke-7 dan ke-14. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA dua arah dan uji Duncan. Hasil skrining fitokimia menunjukkan ekstrak positif mengandung flavonoid, alkaloid, fenolik, dan steroid. Rendemen ekstrak sebesar 3,53%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variasi dosis ekstrak etanol daun waru mampu menurunkan tekanan darah pada mencit hipertensi. Dosis terbaik adalah 150 mg/kgBB dengan persentase penurunan tekanan darah sistolik sebesar 23,43% dan diastolik 22,83% pada hari ke-14. Berdasarkan uji ANOVA dua arah, tidak terdapat perbedaan nyata antar kelompok dosis (p>0,05), namun lama perlakuan memberikan pengaruh signifikan terhadap penurunan tekanan darah sistolik. Dengan demikian, ekstrak etanol daun waru berpotensi sebagai agen antihipertensi berbasis herbal.