Penurunan karakter nasionalisme di kalangan siswa telah menjadi perhatian serius di Indonesia, terutama di era globalisasi yang didominasi oleh pengaruh media sosial. Kurikulum Merdeka, yang diinisiasi oleh Nadiem Anwar Makarim, menawarkan solusi melalui penanaman nilai-nilai Pancasila dalam materi pembelajaran yang relevan dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi peran Kurikulum Merdeka dalam membangun karakter nasionalisme siswa. Metode yang digunakan melibatkan analisis kualitatif melalui observasi dan wawancara mendalam dengan guru dan siswa di sekolah yang telah mengimplementasikan Kurikulum Merdeka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kurikulum Merdeka memiliki potensi signifikan dalam meningkatkan kesadaran dan penerapan nilai-nilai nasionalisme di kalangan siswa khususnya di MI Nurul Islam 1 Desa Ragang. Namun, keberhasilan implementasi sangat bergantung pada kesiapan dan kreativitas guru dalam mengintegrasikan nilai-nilai tersebut dalam proses pembelajaran. Dengan pendekatan yang tepat, Kurikulum Merdeka dapat menjadi alat efektif dalam memperkuat karakter nasionalisme siswa, mempersiapkan mereka menjadi generasi yang tidak hanya cerdas akademis tetapi juga memiliki rasa cinta tanah air yang kuat.
Copyrights © 2024