Penelitian ini dilatar belakangi oleh pentingnya peran kepala sekolah sebagai pemimpin instruksional yang mampu mengelola keragaman di lingkungan sekolah dasar guna menciptakan iklim sekolah yang berkarakter inklusif. kepemimpinan kepala sekolah tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada penguatan nilai-nilai toleransi, empati, dan penghargaan terhadap perbedaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menggali dan mendeskripsikan model kepemimpinan instruksional kepala sekolah yang berwawasan multikultural dalam membangun iklim sekolah yang inklusif dan berkarakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif model fenomelogi dengan tujuan memahami secara mendalam praktik kepemimpinan instruksional kepala sekolah yang berwawasan multikultural. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan analisis dokumen, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan secara interaktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala sekolah yang menerapkan kepemimpinan instruksional berwawasan multikultural menunjukkan kemampuan dalam membangun komunikasi terbuka, menerapkan kebijakan pembelajaran yang menghargai perbedaan budaya, serta mendorong kolaborasi antara guru, siswa, dan orang tua dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif. Kesimpulannya, model kepemimpinan instruksional berwawasan multikultural efektif dalam membentuk iklim sekolah dasar yang berkarakter inklusif, karena mampu menumbuhkan sikap saling menghargai, keterbukaan, dan solidaritas di antara seluruh warga sekolah sebagai fondasi penting bagi pendidikan karakter di era global.
Copyrights © 2026