Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

OPTIMALISASI KEBUTUHAN BELAJAR SISWA MELALUI PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI Alifia Rosyida; Siti Nurjanah; Andri Wicaksono; Ikhsan Maulana; Achmad Fathoni; Minsih Minsih
Elementa: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol 4 No 2 (2022): Periode Juli - Oktober
Publisher : Program Studi PGSD STKIP PGRI Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33654/pgsd.v4i2.2097

Abstract

Pembelajaran berdiferensiasi merupakan salah satu upaya untuk menyesuaikan kegiatan pembelajaran yang dilakukan didalam kelas dengan memenuhi kebutuhan belajar unik setiap individu siswa. Melalui pembelajaran berdiferensiasi guru akan memberikan fasilitas kepada siswa sesuai dengan kebutuhannya. Sehingga semua kebutuhan siswa dapat terpenuhi sesuai dengan minat atau profil belajar yang dimiliki. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui strategi yang akan digunakan dalam memenuhi kebutuhan belajar siswa sesuai dengan karakteristik setiap individu melalui penerapan pembelajaran berdiferensiasi. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka yang berasal dari sumber primer berupa artikel, buku, dan surat kabar elektronik. Dari kajian pustaka tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa Pembelajaran berdiferensiasi dapat membantu siswa mendapatkan yang terbaik dari pembelajaran mereka karena mereka akan menghasilkan produk yang sesuai dengan minat mereka.
PENERAPAN MODEL PROJECT BASED LEARNING DENGAN PENDEKATAN TPACK PADA PEMBELAJARAN IPA Prapti Octavia Ningsih; Nuraini Alkhasanah; Yusrika Firda Isnaini; Ikhsan Maulana; Yulia Maftuhah Hidayati; Anatri Desstya
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 10 No. 4 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v10i4.1904

Abstract

Model pembelajaran PJBL dan konsep TPACK serta penerapannya pada pembelajaran di sekolah akan memberikan dampak positif terhadap pembelajaran IPA di Sekolah Dasar. Dalam penerapannya guru belum terbiasamenggunakan metode ini tetapi terbiasa menggunakan pembelajaran tradisional student centered. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan penerapan PJBL dengan pendekatan TPACK dalam pembelajaran IPA kelas VI SD Negeri sidorejo 02. Dalam penerapan ini, guru berperan sebagai fasilitator dan pendamping siswa dalam menjalankan proyek, sementara siswa berperan sebagai pembelajar aktif yang mencari solusi atas tantangan yang diberikan. Dalam hal ini peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif, dengan jenis peneltian fenomenologi yang akan mendeskripsikan proses penerapan pembelajaran. Teknik pengumpulan data dengan observasi, wawancara, pemberian tes dan dokumentasi. Hasil penelitian menunujukan bahwa penerapan Model Project Based Learning dengan pendekatan TPACK pada pembelajaran IPA di kelas VI SD Negeri Sidorejo 02 sudah berjalan dengan baik dan sesuai dengan visi misi sekolah. Dampak yang positifnya adalah pembelajaran semakin menarik, meningkatkan prestasi akademik maupun non akademik murid, pembelajaran tidak menjenuhkan, guru lebih kreatif.
Analysis of the Implementation of Character Education Based on Local Culture in Indonesia Nasaruddin Nasaruddin; Ikhsan Maulana; Moh. Safrudin
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 16, No 2 (2024): AL-ISHLAH: JURNAL PENDIDIKAN
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v16i2.4799

Abstract

This study aimed to evaluate the implementation of local culture-based character education in junior high schools across Bima City, NTB. Employing a cross-sectional survey design, the research focused specifically on SMPN 5 Bima City and SMPN 1 Bima City, involving 50 students and 50 teachers. Data were collected using questionnaires and documentation methods, resulting in the creation of two validated and reliable questionnaires, with reliability coefficients of 0.953 for the teacher questionnaire and 0.919 for the student questionnaire. The findings provide insights into the application of character education, revealing that the levels of honesty, discipline, responsibility, courtesy, and cooperation among teachers and students are generally moderate. The study also highlights how local cultural elements, such as Santabe Culture (politeness), Maja Labo Dahu Culture (modesty and caution), Nggahi Rawi Pahu Culture (integrity), and Su'u sa wau tundu sa wale Culture (responsibility), can be effectively integrated into character education frameworks at these schools.
Addressing the Moral Crisis Among Generation Z: Islamic Religious Education Teachers’ Responses in the Era of Social Connectivity Amma Ainun; Ruslan Ruslan; Kaharuddin Kaharuddin; Ikhsan Maulana; Hermansyah Hermansyah; Agus Setiawan
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 17, No 4 (2025): DECEMBER 2025
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v17i4.7340

Abstract

The rapid expansion of social connectivity and digital media has reshaped adolescents’ moral environments, posing new challenges for moral and religious education. Generation Z students, as digital natives, increasingly negotiate moral values through online interactions that may conflict with religious and educational norms. This study examines how social connectivity influences the moral challenges faced by Generation Z students and explores the responses of Islamic Religious Education (PAI) teachers within a culturally Islamic context. This study employed a qualitative descriptive design conducted in junior and senior high schools in Bima City, Indonesia. Data were collected through semi-structured interviews with 15 PAI teachers and 20 students, classroom observations, and document analysis. The data were analyzed using thematic analysis following Braun and Clarke’s framework to identify recurring patterns related to moral behavior, digital engagement, and teacher responses. The findings reveal that intensive social media use contributes to technology dependency, weakened moral reflection, declining respect for authority, and reduced engagement in religious activities. Moral decision-making among students is often shaped by peer validation and online visibility. In response, PAI teachers adopt adaptive pedagogical strategies, including integrating digital ethics into religious instruction, reinforcing discipline, and collaborating with parents and counseling services. The study highlights teacher agency as a critical mediator between digital culture and moral development, suggesting that religious education remains relevant when responsive to students’ socio-digital realities.