Permasalahan yang terjadi berupa proses pembelajaran pendidikan agama islam dikelas masih menggunakan metode klasik dimana pembelajaran terpusat pada Guru, sehingga pembelajaran di SMP Nusa Indah pada mata pelajaran pendidikan agama islam bersifat satu arah, atau lebih terpusat pada guru, sehingga siswa menjadi pasif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMP Nusa Indah Secanggang berjumlah 30 orang. Peneltian Ini dilakukan dalam dua siklus, setiap siklus terdiri dari empat tahapan yaitu perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Metode pengumpulan data dengan cara observasi, tes dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran reward dapat questioning skill siswa pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam materi Iman Kepada Kitab-kitab Allah kelas VIII SMP Nusa Indah, Adapun peningkatannya adalah dimana hasil observasi pada pra siklus ada ada 5 siswa atau 15,2% yang dikatagorikan memiliki questioning skill dalam belajar, Setelah dilakukan tindakan penerapan Model pembelajaran reward pada siklus I questioning skill siswa meningkat, ada 23 siswa atau 69,7% dan meningkat lagi pada siklus II yaitu 33 siswa atau 100%. Kata kunci:
Copyrights © 2022