Manusia adalah ciptaan Tuhan yang multidimensi dan kompleks. Manusia adalah makhluk sosial dan budaya. Manusia selalu menginginkan kerjasama dan interaksi sosial. Interaksi ini dipicu tidak hanya oleh kebutuhan ekonomi, biologis, emosional, dan lain-lain yang mengikatnya, tetapi juga oleh esensinya yang tidak dapat disangkal. Penelitian ini menggunakan metode penelitian library. Daya yang dipakai, sebagaimana halnya dalam studi kepustakaan atau library research. Penelitian ini, menjelaskan bahwa interaksi sosial dalam agama islam memiliki dasar normatif yang menjadi pijakan atau acuan untuk digunakan dalam berinteraksi sosial di masyarakat, menjaga toleransi, dan juga mencagah adanya pertikaian dalam keberagaman (pluralisme). Berdasarkan hasil analisi maka dapat di hasilkan bahwa secara historis masyarakat Indonesia dikenal plural, baik etnis, agama, budaya, bahasa, dan tradisi. Pluralisme bisa menjadi kekuatan sekaligus penghambat. Berkaitan dengan konteks ini, Islam sejak awal telah memperkenalkan prinsip-prinsip pluralisme, atau lebih tepatnya pengakuan terhadap pluralitas dalam kehidupan-kehidupan manusia. Sikap menghargai dan toleransi kepada pemeluk agama lain adalah mutlak untuk dijalankan, sebagai bagian dari keberagaman (pluralitas).
Copyrights © 2023