Pembelajaran Aswaja masih sering berorientasi pada guru sehingga keberagaman dan potensi peserta didik belum sepenuhnya mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan peserta didik sebagai subjek humanis dalam pembelajaran Aswaja melalui kajian karakteristik, perspektif psikologis, sosial, dan kultural, serta prinsip memanusiakan peserta didik. Penelitian menggunakan metode studi kepustakaan dengan pengumpulan data melalui dokumentasi berbagai buku, jurnal, dan sumber ilmiah yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik memiliki latar belakang, kemampuan, dan karakter yang beragam sehingga memerlukan pendekatan pembelajaran yang inklusif, dialogis, dan menghargai perbedaan. Penerapan nilai-nilai Aswaja seperti tasamuh, tawazun, tawassuth, dan ta’adul mampu menciptakan lingkungan belajar yang toleran, adil, dan humanis. Temuan ini berdampak pada peningkatan partisipasi, rasa percaya diri, serta sikap moderat peserta didik. Disimpulkan bahwa pendekatan humanis dalam pembelajaran Aswaja penting untuk mengembangkan potensi peserta didik secara optimal dan membentuk karakter yang menghargai keberagaman.
Copyrights © 2026