Diskriminasi terhadap penyandang disabilitas masih terjadi dalam berbagai aspek kehidupan, seperti pendidikan, pekerjaan, dan partisipasi sosial. Kondisi ini menghambat pemenuhan hak serta pengembangan potensi mereka. Keluarga berperan penting sebagai lingkungan pertama yang membentuk kepercayaan diri, kemandirian, dan kemampuan sosial penyandang disabilitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran keluarga dalam mematahkan diskriminasi terhadap penyandang disabilitas melalui pendekatan kualitatif dengan studi literatur. Data diperoleh dari jurnal, buku ilmiah, dan dokumen relevan terbitan 2020–2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keluarga berfungsi sebagai sumber dukungan emosional, pendidik nilai, pendamping adaptasi sosial, dan advokat dalam memperjuangkan hak penyandang disabilitas. Dukungan tersebut meningkatkan rasa percaya diri, mengurangi dampak stigma, serta mendorong partisipasi dalam pendidikan, pekerjaan, dan kehidupan bermasyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa penghapusan diskriminasi memerlukan sinergi antara keluarga, masyarakat, dan pemerintah untuk mewujudkan lingkungan yang inklusif, adil, serta menghargai martabat setiap individu.
Copyrights © 2026