Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Penanganan Kasus Kekerasan dalam Rumah Tangga terhadap Perempuan dan Anak oleh Pekerja Sosial di UPTD PPA Kabupaten Kuningan Annisa Rahmadhani; Inayah Alawiyyah; Esa Putri Nur Arfah; Salsa Aulia Ramadanti; Artika Sari Putri Luviana; Yani Achdiani; Gina Indah Permata Nastia
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 1: Desember 2024
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i1.6328

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk meneliti penanganan kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap perempuan dan anak oleh pekerja sosial di UPTD PPA Kabupaten Kuningan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan wawancara dan studi literatur dari berbagai sumber seperti jurnal, buku, dan artikel terkait. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur dengan informan utama dari UPTD PPA dan pekerja sosial yang berpengalaman menangani KDRT. Prosedur analisis data dilakukan melalui langkah-langkah reduksi data, penyajian data, dan penyeimpulan yang berlangsung selama proses penelitian. Kabupaten Kuningan dipilih sebagai lokasi penelitian karena tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah tersebut, yang menyoroti pentingnya penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pekerja sosial di UPTD PPA Kabupaten Kuningan telah menerapkan pendekatan komprehensif dalam menangani kasus KDRT, dengan melaksanakan seluruh tahapan dengan baik, mulai dari pendekatan awal, asesmen, rencana intervensi, hingga evaluasi dan terminasi. Pekerja sosial berhasil memberikan bantuan yang efektif kepada korban, dengan memperhatikan berbagai aspek dalam proses intervensi. Penelitian ini menyarankan agar wawancara langsung dengan korban yang telah menerima layanan di UPTD PPA dilakukan untuk memperoleh wawasan lebih dalam mengenai pengalaman dan kebutuhan mereka, serta menilai efektivitas intervensi yang diberikan.
Dampak Pengasuhan Orang Tua Tunggal terhadap Kesejahteraan Anak Alex R I Ompusunggu; Yani Achdiani; Gina Indah Permata Nastia
Jurnal ISO: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Humaniora Vol. 6 No. 2 (2026): Desember
Publisher : Penerbit Jurnal Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53697/iso.v6i2.3937

Abstract

Single-parent families are rising globally, prompting questions about their effects on children's well-being in diverse cultural settings. This study objectives to review recent evidence on the impact of single-parent upbringing on children's emotional, social, and physical welfare. A systematic literature review analyzed 35 peer-reviewed studies published between 2021 untill 2026 from databases including Google Scholar, PubMed, and Scopus, employing thematic analysis. Findings show single-parent children often exhibit emotional distress, lower academic performance, and behavioral challenges, yet display resilience in social skills and maturity with strong parental support physical health impacts link to socioeconomic factors. This synthesis calls for resilience-focused interventions to support affected families.
Implementasi Perlindungan Hukum bagi Anak Pelaku Kekerasan Seksual dalam Sistem Peradilan Pidana Anak Selvi Widiawati; Kayla Jasmine Putri Adrian; Gina Indah Permata Nastia
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.7157

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi perlindungan hukum bagi anak pelaku kekerasan seksual dalam Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) di Kota Bandung. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui observasi, wawancara, dan kajian literatur. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi langsung di Kementerian Hukum dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Bandung serta wawancara dengan narasumber terkait menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses penyelidikan, penuntutan, persidangan, hingga pembinaan anak telah mengedepankan prinsip ramah anak dan kepentingan terbaik bagi anak sesuai Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang SPPA. Implementasi perlindungan hukum diwujudkan melalui pemeriksaan tanpa intimidasi, pendampingan multi-sektoral, kerahasiaan identitas anak, pemisahan ruang tahanan dari narapidana dewasa, serta penerapan pendekatan rehabilitatif dan restorative justice. Anak yang menjalani pembinaan di LPKA tetap memperoleh hak pendidikan, kesehatan, pembinaan mental, serta pengembangan keterampilan. Namun, pelaksanaan perlindungan hukum masih menghadapi berbagai hambatan, seperti keterbatasan sarana dan prasarana, minimnya sumber daya manusia, kesulitan administrasi kependudukan, serta stigma negatif masyarakat terhadap anak yang berhadapan dengan hukum. Oleh karena itu, diperlukan penguatan koordinasi antar lembaga, peningkatan fasilitas, dan edukasi masyarakat agar perlindungan hukum anak dapat berjalan lebih optimal dan berorientasi pada rehabilitasi serta masa depan anak.
Analisis Pelayanan Pengurus Panti dalam Penanganan Anak Titipan di Panti Asuhan (Lksa) Fajar Harapan Bandung Irfan Herdiansyah; Salma Sakinah; Nazwa Aulia; Janessa Amara Maharani; Yani Achdiani; Gina Indah Permata Nastia
Journal Educational Research and Development | E-ISSN : 3063-9158 Vol. 2 No. 4 (2026): April - Juni
Publisher : GLOBAL SCIENTS PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fenomena anak titipan masih menjadi salah satu permasalahan kesejahteraan sosial yang memerlukan perhatian khusus karena berkaitan dengan pemenuhan hak, pengasuhan, dan perlindungan anak. Ketidakmampuan keluarga dalam menjalankan fungsi pengasuhan menyebabkan sebagian anak memperoleh pengasuhan alternatif melalui Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pelayanan sosial terhadap anak titipan, bentuk penanganan yang dilakukan pengurus panti, serta hambatan yang dihadapi dalam pelayanan sosial di LKSA Fajar Harapan Kota Bandung. Penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri atas pengurus dan pengasuh yang terlibat langsung dalam pelayanan anak di lembaga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan sosial di LKSA Fajar Harapan meliputi pemenuhan kebutuhan dasar, pendidikan, kesehatan, pembinaan keagamaan, pembinaan karakter, serta pendampingan dalam kehidupan sehari-hari. Penanganan terhadap berbagai permasalahan anak dilakukan melalui pendekatan kekeluargaan, pembinaan agama, pendekatan personal, pengawasan kegiatan harian, dan kerjasama dengan sekolah maupun layanan kesehatan. Namun, pelaksanaan pelayanan masih menghadapi hambatan berupa belum tersedianya pekerja sosial profesional, keterbatasan sumber daya manusia, sistem asesmen dan evaluasi yang belum terstruktur, serta tantangan dalam pembinaan dan pengawasan perilaku remaja. Meskipun demikian, pengurus dan pengasuh terus berupaya memberikan pelayanan terbaik untuk mendukung kesejahteraan dan perkembangan anak. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan pengembangan praktik pelayanan sosial di LKSA guna meningkatkan kualitas perlindungan dan kesejahteraan anak.
PENATAAN HALAMAN RUMAH PADA LAHAN TERBATAS DI ERA HUNIAN MINIMALIS Andin rusyana; Ghaniyya Putri Salsabila; Haura Adzkia Yumna; Kania Anggita Putri; Yani Achdiani; Gina Indah Permata Nastia
KNOWLEDGE: Jurnal Inovasi Hasil Penelitian dan Pengembangan Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia (P4I)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/knowledge.v6i2.11590

Abstract

ABSTRACT Rapid urban development has increased the demand for residential land, resulting in a reduction of green open spaces, including home yards. The growing density of buildings and land conversion in urban areas have further limited the availability of green spaces within residential environments. This condition is exacerbated by the trend of minimalist housing on limited land, causing home yards to be underutilized. This study aims to analyze the utilization of home yards in limited-land housing, identify challenges in their arrangement, and formulate functional, aesthetic, and environmentally friendly landscaping strategies. The study employed a qualitative method with a literature review approach. Data were obtained from 25 scientific publications published between 2020 and 2025 related to household green space management and minimalist housing, and were analyzed descriptively through data reduction, categorization, thematic interpretation, and conclusion drawing. The findings indicate that the low level of home yard optimization is influenced by limited land availability, inadequate public literacy regarding small-space design, and low awareness of the importance of household-scale green spaces. Applicable strategies include vertical gardens, the use of pots and tiered plant racks, the selection of adaptive ornamental plants, and the development of medicinal plant gardens. The novelty of this study lies in the integration of aesthetic, productive, and ecological functions into a conceptual model for home yard arrangement on limited land. In conclusion, optimizing home yards not only enhances residential aesthetics but also contributes to improved air quality, reduced stormwater runoff, and greater microclimatic comfort. ABSTRAK Perkembangan wilayah perkotaan yang pesat meningkatkan kebutuhan lahan permukiman dan menyebabkan berkurangnya ruang terbuka hijau, termasuk halaman rumah. Kepadatan bangunan dan alih fungsi lahan di kawasan perkotaan semakin membatasi keberadaan ruang hijau pada lingkungan hunian. Kondisi ini diperparah oleh tren hunian minimalis berlahan sempit sehingga halaman rumah sering tidak dimanfaatkan secara optimal. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan halaman rumah pada hunian berlahan terbatas, mengidentifikasi permasalahan penataannya, serta merumuskan strategi penataan yang fungsional, estetis, dan ramah lingkungan. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Data diperoleh dari 30 literatur ilmiah terbitan 2020–2025 yang relevan dengan penataan ruang hijau rumah tangga dan hunian minimalis, kemudian dianalisis secara deskriptif melalui reduksi data, kategorisasi, interpretasi tematik, dan penarikan kesimpulan. Hasil kajian menunjukkan bahwa rendahnya optimalisasi halaman rumah dipengaruhi oleh keterbatasan lahan, minimnya literasi desain ruang sempit, dan rendahnya kesadaran terhadap pentingnya ruang hijau rumah tangga. Strategi yang dapat diterapkan meliputi taman vertikal, penggunaan pot dan rak tanaman bertingkat, pemilihan tanaman adaptif, serta pengembangan apotek hidup. Kebaruan penelitian terletak pada integrasi fungsi estetika, produktif, dan ekologis dalam model penataan halaman rumah berlahan terbatas. Kesimpulannya, optimalisasi halaman rumah tidak hanya meningkatkan estetika hunian, tetapi juga mendukung kualitas udara, mengurangi limpasan air hujan, dan meningkatkan kenyamanan mikroklimat.
KLASIFIKASI DAN PREDIKSI PENANGANAN ANAK TERLANTAR BERBASIS CART DAN RANDOM FOREST Dila Siti Nurfadhilah; Gina Indah Permata Nastia; Raden Sukmana
Journal of Information System Management (JOISM) Vol. 8 No. 1 (2026): Juni
Publisher : Universitas Amikom Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24076/joism.2026v8i1.2607

Abstract

Permasalahan anak terlantar memerlukan penanganan berbasis data yang sistematis. Penelitian ini membangun model klasifikasi status penanganan anak terlantar menggunakan Decision Tree (CART) dan Random Forest yang diimplementasikan dalam dashboard interaktif. Data sintetis dihasilkan dari distribusi agregat UPTD PPSGRA Dinas Sosial Jawa Barat periode 2020-2025 menggunakan Distribution-based Synthetic Data Generator. Dataset terdiri dari 5 variabel input (lembaga, jenis kelamin, tingkat pendidikan, kondisi ekonomi, usia) untuk memprediksi status penanganan (Berhasil, Proses, Gagal). Metode supervised learning dengan pembagian 80% training dan 20% testing menghasilkan Random Forest unggul dengan accuracy 74.6%, lebih baik dari Decision Tree (71.5%). Analisis feature importance mengidentifikasi usia sebagai faktor paling dominan (48.53%), diikuti oleh lembaga penanganan (21.46%) dan tingkat pendidikan (17.86%), sementara kondisi ekonomi (6.70%) dan jenis kelamin (5.46%) menunjukkan kontribusi yang lebih rendah. Temuan bahwa usia mendominasi feature importance mengindikasikan pentingnya pendekatan age-specific dalam program intervensi anak terlantar. Dashboard berbasis Streamlit menyediakan visualisasi perbandingan model, confusion matrix, feature importance, dan prediksi real-time dengan interpretasi otomatis. Penelitian ini berkontribusi pada penerapan machine learning untuk kesejahteraan sosial dengan pendekatan privacy-preserving, menyediakan decision support system untuk Dinas Sosial dalam pengambilan keputusan berbasis data.