Dalam penulisan artikel ini dibahas tentang kajian etis-teologis berkaitan dengan pendeta yang melakukan kegiatan bisnis. Fenomena ini menjadi semakin relevan di tengah tantangan ekonomi dan dinamika pelayanan masa kini, khususnya dalam konteks gereja-gereja lokal yang belum mampu menjamin kesejahteraan penuh bagi pelayan-pelayannya. Artikel ini menyoroti aspek motivasi, integritas, dan dampak pelayanan yang mungkin timbul dari keterlibatan pendeta dalam usaha ekonomi. Secara teologis, kegiatan bisnis oleh pendeta dianalisis melalui sudut pandang etika Kristen dan pemikiran A. A. Sitompul dalam karya Etika Kristen: Refleksi Moral dalam Konteks Kehidupan, serta didukung oleh dasar Alkitabiah dari Kisah Para Rasul 18:3 yang menunjukkan bagaimana Paulus tetap bekerja sambil melayani. Penulisan ini menggunkan metode kualitatif dengan kajian dari sudut pandang etika yang bertujuan untuk menunjukkan bahwa selama bisnis dijalankan dengan etika yang benar, motivasi yang murni, dan tidak menggeser prioritas pelayanan, maka keterlibatan tersebut dapat diterima sebagai bagian dari tanggung jawab hidup yang kontekstual dan bermartabat.
Copyrights © 2025