Pembangunan berkelanjutan di bidang pendidikan merupakan salah satu aspek penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memastikan pemerataan akses pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program pembangunan berkelanjutan di bidang pendidikan di Kabupaten Majene dengan menggunakan model implementasi program dari David C. Korten (1980) yang menekankan kesesuaian antara program, organisasi pelaksana, dan kelompok sasaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi dengan informan yang terdiri dari pejabat pemerintah daerah, kepala sekolah, guru, dan pengawas sekolah. Analisis data menggunakan model analisis interaktif Miles, Huberman, dan SaldaƱa yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program pendidikan berkelanjutan di Kabupaten Majene dipengaruhi oleh tiga dimensi utama. Pertama, pada dimensi program people fit, program pendidikan seperti bantuan pendidikan dan pembangunan sarana pendidikan secara umum telah sesuai dengan kebutuhan masyarakat, meskipun masih diperlukan kebijakan tambahan untuk meningkatkan akses pendidikan di wilayah terpencil. Kedua, pada dimensi program organization fit, masih terdapat kendala terkait distribusi tenaga pendidik yang belum merata serta keterbatasan jumlah pengawas sekolah. Ketiga, pada dimensi organization environment fit, kondisi geografis wilayah serta partisipasi masyarakat menjadi faktor penting yang mempengaruhi keberhasilan implementasi program pendidikan. Oleh karena itu, penguatan kapasitas kelembagaan, pemerataan tenaga pendidik, serta pengembangan kebijakan pendidikan yang adaptif terhadap kondisi geografis diperlukan untuk meningkatkan pembangunan pendidikan berkelanjutan di Kabupaten Majene
Copyrights © 2026