Penelitian ini bertujuan menganalisis solidaritas sosial masyarakat pesisir dalam tradisi Skilot di Kecamatan Lekok, Kabupaten Pasuruan. Tradisi Skilot merupakan kearifan lokal yang masih dilestarikan oleh masyarakat pesisir dan menjadi bagian penting dari identitas budaya setempat. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi partisipatif, dan dokumentasi terhadap panitia, masyarakat, pedagang, sponsor, dan pengunjung yang terlibat dalam pelaksanaan tradisi Skilot. Hasil penelitian menunjukkan bahwa solidaritas sosial masyarakat pesisir terbentuk melalui tiga aspek utama, yaitu kebersamaan, perilaku sosial, dan bantuan sosial. Kebersamaan tercermin dari partisipasi aktif masyarakat dalam persiapan dan pelaksanaan tradisi, perilaku sosial ditunjukkan melalui gotong royong, kerja sama, musyawarah, dan interaksi sosial antarwarga, sedangkan bantuan sosial diwujudkan melalui santunan kepada anak yatim dan kaum duafa. Temuan ini sejalan dengan teori solidaritas mekanik Émile Durkheim yang menekankan pentingnya kesamaan nilai dan kesadaran kolektif dalam membentuk ikatan sosial. Selain memperkuat solidaritas sosial, tradisi Skilot juga memberikan manfaat ekonomi melalui aktivitas perdagangan, keterlibatan sponsor, dan meningkatnya kunjungan masyarakat selama kegiatan berlangsung. Dengan demikian, tradisi Skilot berperan penting dalam menjaga kohesi sosial sekaligus mendukung kehidupan ekonomi masyarakat pesisir.
Copyrights © 2026