ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya keterlibatan dan menurunnya motivasi pemuda Generasi Z dalam kegiatan Karang Taruna di Dusun Sajen. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis motivasi berorganisasi pemuda Generasi Z tersebut menggunakan perspektif Teori Hierarki Kebutuhan Abraham Maslow. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian berlokasi di Dusun Sajen, Desa Sajen, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Subjek penelitian terdiri dari delapan anggota aktif Karang Taruna kalangan Generasi Z. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara mendalam dan observasi non-partisipan. Keabsahan data diuji melalui triangulasi sumber, dengan teknik analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi berorganisasi pemuda Generasi Z di Dusun Sajen termanifestasi melalui lima tingkat kebutuhan. Kebutuhan sosial menjadi pendorong yang paling dominan karena terdapat budaya ajakan teman maupun keluarga, menghindari permasalahan dengan orang yang kurang dikenal, dan konsep kegiatan yang telah dipersiapkan oleh para pemuda. Kebutuhan fisiologis dipenuhi melalui kegiatan olahraga dan pemeliharaan ekonomi, dan aktualisasi diri diwujudkan melalui pengembangan potensi diri. Kesimpulannya, penyediaan kebutuhan sosial menjadi kunci utama karena dorongan berorganisasi berdasarkan jejaring pertemanan dan pelaksanaan kegiatan yang mewujudkan stabilitas motivasi berorganisasi anggota aktif Karang Taruna Dusun Sajen. Saran penelitian adalah Karang Taruna perlu meningkatkan program yang sesuai dengan karakteristik Generasi Z. Kata kunci: Pemuda generasi Z , Motivasi Berorganisasi, Karang Taruna
Copyrights © 2026