Santri di pondok pesantren menghadapi berbagai tantangan dalam kehidupan asrama, seperti kedisiplinan yang ketat, tuntutan akademik, penyesuaian terhadap lingkungan pesantren, serta keterpisahan dari keluarga. Kondisi tersebut menuntut santri untuk memiliki kemampuan dalam beradaptasi secara positif dan bangkit dari berbagai kesulitan, yang dikenal sebagai resiliensi. Salah satu faktor yang diduga berkaitan dengan resiliensi adalah religiusitas, karena keyakinan dan praktik keagamaan dapat memberikan makna, arahan, serta sumber daya psikologis dalam menghadapi berbagai tantangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara religiusitas dengan resiliensi pada santri Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Khairul Ummah Batu Gajah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian berjumlah 223 santri, dengan 144 santri dipilih sebagai sampel menggunakan teknik random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala religiusitas CRS-15 berdasarkan teori Huber dan Huber serta skala resiliensi berdasarkan teori Grotberg. Analisis data dilakukan menggunakan korelasi Spearman Rank dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 20. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara religiusitas dengan resiliensi, dengan koefisien korelasi r = 0,263 dan nilai signifikansi p = 0,001 (p < 0,05). Kekuatan hubungan antara kedua variabel berada pada kategori rendah. Temuan tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat religiusitas, semakin tinggi pula tingkat resiliensi pada santri. Dengan demikian, religiusitas berkaitan dengan kemampuan santri dalam beradaptasi dan menghadapi berbagai tuntutan serta tantangan kehidupan di lingkungan pesantren.
Copyrights © 2026