Pengelolaan data kependudukan di Indonesia masih menghadapi tantangan terkait transparansi, efisiensi, dan kerentanan terhadap manipulasi. Penelitian ini mengusulkan rancangan dan implementasi sistem kependudukan terdesentralisasi berbasis blockchain dengan penyimpanan terdistribusi untuk dokumen. Sistem dirancang dengan arsitektur hybrid yang mencatat metadata dan status permohonan pada blockchain, sementara dokumen disimpan secara terenkripsi di IPFS. Pengembangan dilakukan menggunakan model waterfall, dimulai dari analisis kebutuhan, perancangan, implementasi, hingga pengujian fungsional dengan metode black box. Fokus implementasi berada pada alur pencatatan kelahiran, kematian, perkawinan, dan perceraian. Hasil pengujian menunjukkan seluruh fitur berjalan sesuai rancangan, proses layanan menjadi lebih ringkas tanpa menghilangkan tahapan verifikasi penting, serta keamanan dan privasi data tetap terjaga.
Copyrights © 2025