Diabetes melitus tipe 2 pada pasien geriatri memerlukan kehati-hatian karena perubahan fisiologis terkait usia dapat meningkatkan risiko penggunaan obat yang berpotensi tidak tepat. Penelitian ini bertujuan menganalisis rasionalitas penggunaan obat antidiabetik oral pada pasien geriatri diabetes melitus tipe 2 berdasarkan Kriteria Beers 2023 di RSUD Kabupaten Bekasi. Penelitian deskriptif observasional dengan pendekatan retrospektif dilakukan menggunakan rekam medis pasien Poliklinik Penyakit Dalam periode Januari–Mei 2026. Seluruh 62 pasien yang memenuhi kriteria diikutkan melalui total sampling. Data dianalisis secara deskriptif dalam bentuk frekuensi dan persentase. Mayoritas pasien berusia 65–69 tahun (66,1%), berjenis kelamin perempuan (71,0%), dan memiliki median usia 68 tahun (rentang 65–81 tahun). Dari 92 item obat antidiabetik oral, Metformin paling banyak digunakan (43,5%), diikuti Glimepiride (25,0%), Gliclazide (17,4%), Acarbose (12,0%), dan Gliquidone (2,2%). Berdasarkan pemetaan penelitian terhadap Kriteria Beers 2023, 81 dari 92 item obat (88,04%) teridentifikasi sebagai potentially inappropriate medication, terdiri atas Metformin yang memerlukan pertimbangan fungsi ginjal dan sulfonilurea yang memerlukan kehati-hatian terhadap hipoglikemia. Temuan ini menegaskan perlunya telaah obat terstruktur, pemantauan fungsi ginjal, dan pemantauan hipoglikemia pada pasien geriatri.
Copyrights © 2026