Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering ditemukan pada pelayanan kesehatan primer. Penggunaan antibiotik pada kasus ISPA perlu diperhatikan karena pemberian antibiotik yang tidak tepat dapat berkontribusi terhadap peningkatan resistensi antimikroba. Pemantauan pola peresepan antibiotik diperlukan untuk memberikan gambaran penggunaan antibiotik di fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran peresepan antibiotik oral pada penyakit ISPA di salah satu klinik Kota Bogor periode Mei–Agustus 2023. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Populasi penelitian adalah seluruh resep pasien dengan diagnosis ISPA yang masuk di klinik selama periode Mei–Agustus 2023. Sampel penelitian berjumlah 100 resep yang memenuhi kriteria penelitian. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan karakteristik pasien dan penggunaan antibiotik oral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien yang mendapatkan antibiotik oral lebih banyak berjenis kelamin laki-laki sebanyak 55 pasien (55%), sedangkan berdasarkan kelompok usia paling banyak adalah anak-anak sebanyak 39 pasien (39%). Antibiotik dengan zat aktif yang paling banyak diresepkan adalah cefadroxil sebanyak 50 resep (50%). Golongan antibiotik yang paling banyak digunakan adalah sefalosporin sebanyak 55 resep (55%), sedangkan bentuk sediaan yang paling banyak digunakan adalah sirup sebanyak 50 resep (50%). Penelitian ini menunjukkan bahwa cefadroxil dan golongan sefalosporin merupakan antibiotik oral yang paling banyak diresepkan pada pasien ISPA di klinik yang diteliti.
Copyrights © 2026