p-Index From 2021 - 2026
0.562
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ilmu Kesehatan
Nirmala Manik
Program Studi Sarjana Farmasi, Fakultas Ilmu Kesehatan, Universitas Medika Suherman

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Rasionalitas dan Lama Rawat Inap Pada Pasien Gastroenteritis Akut di Rumah Sakit Kabupaten Bekasi Elda Novriyanti; Nirmala Manik; Nuzul Gyanata Adiwisastra; Abdul Rozak
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2514

Abstract

Rasionalitas terapi berperan penting dalam menunjang keberhasilan pengobatan gastroenteritis akut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan rasionalitas pengobatan  dengan lama rawat inap pasien gastroenteritis akut di Rumah Sakit Kartika Husada Setu. Penelitian menggunakan desain observasional analitik retrospektif terhadap 65 rekam medis pasien rawat inap periode Januari–Juni 2026 dengan teknik total sampling. Rasionalitas dinilai berdasarkan tepat indikasi, tepat obat, tepat dosis, tepat rute pemberian, dan tepat lama pemberian. Data yang didapat kemudian dievaluasi kerasionalannya. Hubungan antara kerasionalan terapi dengan lama rawat inap diuji menggunakan uji Fisher’s Exact. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 45 pasien (69,2%) menerima terapi rasional dan 20 pasien (30,8%) menerima terapi tidak rasional. Ketidakrasionalan ditemukan pada aspek ketepatan indikasi, ketepatan dosis, dan ketepatan lama pemberian. Uji Fisher’s Exact menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara rasionalitas terapi dan lama rawat inap (p=0,741). Kesimpulannya, sebagian besar pasien memperoleh terapi yang rasional (69,2%), dan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara rasionalitas terapi dengan lama rawat inap pada pasien gastroenteritis akut.
Analisis Hubungan Karakteristik Pasien dengan Kepuasan Pelayanan Kefarmasian di Puskesmas Cikarang Rosiana Putri; Nirmala Manik; Sri Rachmi Firdausi; Kusno Haryanto
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2624

Abstract

Pelayanan kefarmasian merupakan bagian integral dari sistem pelayanan kesehatan primer di Puskesmas yang berperan penting dalam menjamin mutu dan kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara karakteristik pasien rawat jalan (usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, jenis layanan asuransi pasien, dan frekuensi kunjungan) dengan tingkat kepuasan terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Cikarang periode Juni–Juli 2026. Penelitian kuantitatif analitik dengan desain cross-sectional ini melibatkan 94 responden rawat jalan yang dipilih menggunakan teknik consecutive sampling berdasarkan rumus Slovin. Data dikumpulkan menggunakan instrumen terstruktur yang telah teruji validitas (r hitung > 0,203) dan reliabilitasnya (Cronbach’s Alpha > 0,70) mencakup lima dimensi SERVQUAL (Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, Empathy). Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 30–39 tahun (24,5%), berjenis kelamin perempuan (82,98%), berpendidikan SD dan SMA (masing-masing 41,49%), bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga (70,2%), menggunakan layanan BPJS Kesehatan PBI (Penerima Bantuan Iuran) (65,96%), serta memiliki frekuensi kunjungan 1 kali (66%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan bahwa variabel usia memiliki hubungan yang signifikan secara bermakna dengan tingkat kepuasan pasien (p-value = 0,033. Sedangkan, jenis kelamin (p = 0,848), tingkat pendidikan (p = 0,219), pekerjaan (p = 0,924), jenis layanan (p = 0,543), dan frekuensi kunjungan (p = 0,762) tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Disimpulkan bahwa Terdapat hubungan yang signifikan antara karakteristik pasien berdasarkan usia dengan tingkat kepuasan pasien terhadap pelayanan kefarmasian di Puskesmas Cikarang. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan, jenis layanan asuransi pasien, dan frekuensi kunjungan terhadap tingkat kepuasan pasien.
Evaluasi Pola Peresepan dan Karakteristik Penggunaan Antibiotik Oral pada Pasien ISPA di Salah Satu Klinik Kota Bogor Masita Sari Dewi; Nirmala Manik
JIKES : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 1 (2026): Juli-Desember 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/jik.v5i1.2677

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu masalah kesehatan yang sering ditemukan pada pelayanan kesehatan primer. Penggunaan antibiotik pada kasus ISPA perlu diperhatikan karena pemberian antibiotik yang tidak tepat dapat berkontribusi terhadap peningkatan resistensi antimikroba. Pemantauan pola peresepan antibiotik diperlukan untuk memberikan gambaran penggunaan antibiotik di fasilitas pelayanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran peresepan antibiotik oral pada penyakit ISPA di salah satu klinik Kota Bogor periode Mei–Agustus 2023. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Populasi penelitian adalah seluruh resep pasien dengan diagnosis ISPA yang masuk di klinik selama periode Mei–Agustus 2023. Sampel penelitian berjumlah 100 resep yang memenuhi kriteria penelitian. Data dianalisis secara deskriptif berdasarkan karakteristik pasien dan penggunaan antibiotik oral. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien yang mendapatkan antibiotik oral lebih banyak berjenis kelamin laki-laki sebanyak 55 pasien (55%), sedangkan berdasarkan kelompok usia paling banyak adalah anak-anak sebanyak 39 pasien (39%). Antibiotik dengan zat aktif yang paling banyak diresepkan adalah cefadroxil sebanyak 50 resep (50%). Golongan antibiotik yang paling banyak digunakan adalah sefalosporin sebanyak 55 resep (55%), sedangkan bentuk sediaan yang paling banyak digunakan adalah sirup sebanyak 50 resep (50%). Penelitian ini menunjukkan bahwa cefadroxil dan golongan sefalosporin merupakan antibiotik oral yang paling banyak diresepkan pada pasien ISPA di klinik yang diteliti.