Kemoterapi sistemik dalam bentuk regimen kombinasi maupun monoterapi merupakan komponen penting dalam penatalaksanaan kanker payudara. Penggunaan kemoterapi sering disertai efek samping yang berpotensi menurunkan kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penggunaan regimen kemoterapi kombinasi CAF (Cyclophosphamide, Adriamycin/Doxorubicin, Fluorouracil) dan regimen monoterapi Paclitaxel serta membandingkan kualitas hidup pasien kanker payudara di RSUD RT Notopuro Sidoarjo. Metode penelitian ini menggunakan desain observasional analitik kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional dan teknik purposive sampling . Pengukuran kualitas hidup dilakukan menggunakan kuesioner FACT-G versi 4.0 yang telah tervalidasi, mencakup dimensi fisik, sosial, emosional, dan fungsional. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik Independent T-Test. Hasil penelitian ini sebanyak 92 pasien kanker payudara (43 regimen CAF dan 49 paclitaxel) sebagian besar berusia 41–55 tahun, dengan kelompok CAF didominasi stadium II dan paclitaxel stadium III. Tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada kualitas hidup total (FACT-G) antara regimen CAF dan paclitaxel (p = 0,101). Namun terdapat perbedaan yang signifikan pada dimensi emosional dan fungsional dengan skor lebih tinggi pada kelompok paclitaxel. Sebagian besar pasien pada kedua kelompok memiliki kategori kualitas hidup sedang dengan rata-rata skor kualitas hidup lebih tinggi pada pasien yang menerima paclitaxel.
Copyrights © 2025