Generasi muda di era globalisasi menghadapi tantangan degradasi nilai-nilai sosial akibat pengaruh modernisasi dan individualisasi. di Desa Kaliwedi, fenomena melemahnya sikap gotong royong, toleransi, dan kepedulian sosial di kalangan pemuda memerlukan intervensi pembinaan berbasis nilai agama Islam. Penelitian ini bertujuan menganalisis kondisi pemahaman bersosial generasi muda, merancang dan mengimplementasikan program pembinaan komprehensif, mengevaluasi efektivitas program, serta merumuskan model pembinaan yang dapat direplikasi. Metode Participatory Action Research (PAR) diterapkan selama enam bulan melibatkan 60 peserta usia 15-30 tahun melalui berbagai pendekatan: ceramah interaktif, diskusi kelompok terfokus, pembelajaran berbasis pengalaman, mentoring, dan integrasi teknologi digital. Evaluasi menggunakan CIPP model dengan instrumen pre-test, post-test, observasi partisipatif, dan wawancara mendalam. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan pada aspek kognitif (42%), afektif (rata-rata 34%), dan psikomotorik dengan 78% peserta konsisten terlibat kegiatan sosial. Program menghasilkan efek multiplier menjangkau 590 orang dan membentuk komunitas pemuda peduli sosial yang berkelanjutan. Novelty penelitian terletak pada integrasi holistik tiga domain pembelajaran, model hybrid learning, community-based mentoring, dan kontekstualisasi nilai Islam dengan isu kontemporer. Program ini memberikan kontribusi praktis bagi pembangunan karakter generasi muda religius dan kontribusi teoretis dalam pengembangan pendidikan Islam kontekstual.
Copyrights © 2025