Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat kerusakan spiritualitas yang terjadi pada generasi digital sebagai akibat dari intensitas penggunaan media digital yang semakin tinggi, dan juga untuk menemukan cara untuk mengatasinya dari sudut pandang iman Kristen. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif, yang merupakan jenis penelitian studi pustaka. Ini mencakup tinjauan berbagai sumber, termasuk buku teologi, jurnal ilmiah, dan Alkitab. Analisis deskriptif-kualitatif digunakan untuk menganalisis data. Ini berarti berbagai konsep yang diuraikan, diperbaiki, dan dihubungkan dengan perubahan gaya hidup digital dan bagaimana hal itu berdampak pada kehidupan spiritual. Penelitian menemukan bahwa penggunaan media digital yang berlebihan menyebabkan lebih sedikit aktivitas rohani, lebih banyak gangguan dalam ibadah, dan lebih sedikit refleksi spiritual. Selain itu, pengaruh negatif dari konten negatif dan persaingan budaya sosial juga mempengaruhi iman generasi muda. Namun, jika digunakan dengan benar, teknologi juga dapat meningkatkan iman. Oleh karena itu, langkah-langkah strategi perlu dilakukan, seperti membangun disiplin rohani, membatasi penggunaan media digital, dan memperkuat peran keluarga, gereja, dan pendidikan Kristen dalam membangun spiritualitas generasi digital yang berpusat pada Tuhan.
Copyrights © 2026