Penelitian ini mengkaji representasi perubahan sikap sosial dari individualisme menuju kebersamaan dalam film pendek berjudul Sambung Silaturahmi. Fenomena individualisme masyarakat urban yang cenderung acuh terhadap lingkungan sosial menjadi latar belakang utama penelitian ini. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis bagaimana transisi emosional dan pergeseran nilai sosial dikonstruksi melalui tanda-tanda visual dalam adegan film. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan analisis semiotika Charles Sanders Peirce, yang membedah tanda melalui relasi triadik representamen, objek, dan interpretant, serta klasifikasi ikon, indeks, dan simbol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan sosial dalam film tidak terjadi secara instan, melainkan melalui proses semiosis yang melibatkan konflik, tanggung jawab moral, dan penemuan identitas personal. Analisis pada adegan kunci mengungkap bahwa label negatif "pelit" (simbol) berubah menjadi empati melalui tindakan nyata memperbaiki kesalahan (indeks) dan pengenalan latar belakang keluarga tokoh utama (ikon). Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa media visual mampu merepresentasikan kebersamaan bukan sekadar sebagai interaksi fisik, melainkan sebagai hasil dari proses reinterpretasi makna antarindividu. Penelitian ini memberikan kontribusi pada kajian semiotika visual dalam memahami peran film sebagai refleksi realitas sosial dan media komunikasi nilai-nilai kolektif di tengah arus modernisasi.
Copyrights © 2026