Kemampuan numerasi dasar merupakan fondasi kognitif yang sangat penting bagi keberhasilan akademis anak di sekolah dasar. Pengabdian masyarakat di SDN Kuningan Blitar ini bertujuan untuk memetakan kemampuan numerasi dasar siswa melalui analisis kognitif objektif dan disposisi afektif subjektif. Subjek evaluasi terdiri dari sembilan siswa yang dipilih secara representatif dari kelas 2, 5, dan 6. Data dikumpulkan menggunakan tiga instrumen terintegrasi, yaitu angket disposisi numerasi (10 butir pernyataan), tes kognitif bertingkat (dasar, menengah, dan soal cerita), serta wawancara terstruktur singkat. Hasil tes objektif menunjukkan capaian kognitif yang luar biasa, di mana seluruh siswa (100%) berhasil menjawab semua soal dengan benar dan memperoleh nilai sempurna 100. Namun, hasil angket afektif mendeteksi adanya variasi kesiapan psikologis dan dukungan lingkungan yang signifikan. Ditemukan korelasi kuat antara ketiadaan pendampingan belajar di rumah dengan rendahnya rasa percaya diri siswa saat berhitung. Melalui wawancara, siswa mengungkapkan adanya gejala kecemasan matematis (math anxiety) pada materi abstrak seperti akar kuadrat, pembagian kompleks, dan geometri ruang. Seluruh siswa menunjukkan preferensi afektif yang sangat tinggi terhadap metode pembelajaran berbasis permainan (gamifikasi) sebagai media pembelajaran interaktif untuk mereduksi ketegangan belajar. Pemetaan ini menyimpulkan adanya paradoks kompetensi-disposisi, di mana keahlian prosedural kognitif belum tentu berbanding lurus dengan kenyamanan emosional siswa dalam bermatematika. Oleh karena itu, direkomendasikan adanya integrasi metode bermain terstruktur serta penguatan kolaborasi catur matra antara sekolah dan keluarga guna membangun ekosistem numerasi yang menyenangkan dan ramah anak.
Copyrights © 2026