Selama ini, Warung Ayam Geprek "Budhe" di Kranggan, Temanggung, masih menentukan harga jual dan modal dagangnya lewat perkiraan sekadar "angan-angan". Cara ini cukup berisiko karena pemilik bisa saja tidak sadar sebenarnya rugi akibat kepastian untung yang tidak jelas. Berawal dari masalah tersebut, penelitian ini mencoba membedah apa saja komponen biaya bahan bakunya, menghitung modal asli per porsi (Harga Pokok Produksi) dengan metode Full Costing, dan melihat berapa keuntungan bersih. Penelitian ini dirancang lewat pendekatan studi kasus kualitatif, di mana datanya dikumpulkan dari hasil wawancara langsung dengan pemilik. Dari hasil perhitungan, ditemukan bahwa untuk membuat 60 porsi ayam geprek dalam sehari, modal yang dihabiskan Rp427.320,00. Modal ini terbagi untuk bahan utama (ayam, beras, cabai, tepung) sebesar Rp320.000,00; bahan pelengkap (minyak dan bumbu dapur) sebesar Rp82.000,00; serta biaya pendukung (gas, air, dan kemasan) sebesar Rp25.320,00. Jika dihitung per porsi, modal asli untuk satu Paket Ayam Geprek + Nasi ternyata adalah Rp7.122,00. Jadi, dengan harga jual Rp10.000,00, keuntungan bersih yang didapatkan adalah Rp2.878,00 per porsi. Angka ini menunjukkan adanya selisih Rp622,00 dari keuntungan yang diharapkan (Rp3.500,00). Hal ini terjadi karena adanya biaya tidak terduga dari bumbu dapur dan minyak goreng yang ternyata memakan modal hingga 19,19%, ditambah harga cabai yang sering naik-turun
Copyrights © 2026