Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya pelestarian Tradisi Cecah Inai dalam upacara pernikahan masyarakat Melayu di Desa Pengalihan Kabupaten Indragiri Hilir Provinsi Riau. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek penelitian terdiri atas tokoh adat, tokoh masyarakat, orang tua pengantin, dan tokoh pemuda yang dipilih secara purposive. Teknik engumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara semi terstruktur, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelestarian Tradisi Cecah Inai dilakukan melalui tiga aspek utama, yaitu perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan. Aspek perlindungan diwujudkan dengan mempertahankan pelaksanaan tradisi yang sudah ada secara turun temurun yang diwariskan dari generasi ke generasi. Aspek pengembangan dilakukan melalui partisipasi generasi muda, kegiatan dokumentasi, serta penyesuaian pelaksanaan tradisi terhadap perkembangan zaman tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Aspek pemanfaatan terlihat dari fungsi Tradisi Cecah Inai sebagai media pendidikan budaya, sarana pewarisan nilai sosial, serta penguat identitas budaya Melayu. Temuan penelitian menunjukkan bahwa Tradisi Cecah Inai masih terus dijaga keberlangsungannya dan memiliki kedudukan penting dalam kehidupan sosial budaya masyarakat Melayu di Desa Pengalihan.
Copyrights © 2026