Kesehatan mental remaja menjadi isu penting dalam perkembangan kehidupan modern, terutama pada era digital yang ditandai dengan meningkatnya tekanan sosial, emosional, dan penggunaan media sosial. Remaja Buddhis juga menghadapi berbagai tantangan psikologis yang dapat memengaruhi kesejahteraan mental dan spiritual mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis makna praktik meditasi sebagai sarana penguatan kesehatan mental remaja Buddhis melalui kegiatan AMEDHA (Attahasila, Meditasi, dan Dhammadesana) di Vihara Dharma Rajasa Tolitoli. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi. Subjek penelitian terdiri atas 30 remaja Buddhis tingkat SD, SMP, dan SMA yang mengikuti kegiatan AMEDHA. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik meditasi memberikan dampak positif terhadap kesehatan mental remaja, seperti meningkatnya ketenangan batin, kemampuan mengendalikan emosi, pengurangan stres dan kecemasan, serta meningkatnya konsentrasi belajar. Selain itu, meditasi juga membantu remaja membangun disiplin diri, pengendalian perilaku, dan kedekatan spiritual terhadap ajaran Buddha. Meskipun terdapat berbagai tantangan selama proses meditasi, seperti rasa bosan, gelisah, dan kesulitan berkonsentrasi, para peserta mampu beradaptasi secara bertahap melalui latihan yang berkelanjutan. Dengan demikian, praktik meditasi melalui kegiatan AMEDHA dapat menjadi sarana efektif dalam penguatan kesehatan mental remaja Buddhis.
Copyrights © 2026