Penelitian ini bertujuan untuk mengukur keadilan pelayanan rawat inap melalui perbandingan tingkat kepuasan pasien peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan dan pasien umum di Rumah Sakit Umum Daerah Raden Mattaher Jambi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan melibatkan 100 responden yang terdiri atas 50 pasien peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan dan 50 pasien umum. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner yang disusun berdasarkan tujuh dimensi Healthcare Service Quality, yaitu tangibles, reliability, responsiveness, assurance, empathy, patient safety, dan medical professionalism. Analisis data dilakukan menggunakan analisis deskriptif untuk membandingkan tingkat kepuasan kedua kelompok pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien umum memiliki tingkat kepuasan yang lebih tinggi dibandingkan pasien peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan pada seluruh dimensi kualitas pelayanan. Dimensi tangibles menunjukkan kesenjangan terbesar dengan selisih skor sebesar 30,33 poin, yang mengindikasikan adanya perbedaan persepsi terhadap fasilitas fisik rumah sakit. Sementara itu, dimensi medical professionalism menunjukkan kesenjangan terkecil dengan selisih 8,66 poin. Temuan ini menunjukkan bahwa keadilan pelayanan belum sepenuhnya tercapai sehingga diperlukan peningkatan kualitas fasilitas fisik serta ketanggapan pelayanan guna mewujudkan kepuasan pasien yang lebih merata.
Copyrights © 2026