Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pembiasaan salat Dhuha dengan kestabilan emosi siswa remaja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas XII Jurusan Ilmu Pengetahuan Keagamaan (IPK) di MAN Lima Puluh Kota, dengan sampel sebanyak 30 siswa yang ditentukan melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket pembiasaan salat Dhuha dan skala kestabilan emosi, kemudian dianalisis dengan uji korelasi Product Moment dari Pearson berbantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa yang rutin melaksanakan salat Dhuha berjumlah 12 orang (40%), sedangkan sisanya belum membiasakan diri secara rutin. Hasil uji korelasi memperoleh nilai r hitung sebesar 0,624 lebih besar dari r tabel 0,361 pada taraf signifikansi 5%, dengan nilai signifikansi 0,000 (< 0,05). Temuan ini menunjukkan terdapat hubungan positif dan signifikan antara pembiasaan salat Dhuha dengan kestabilan emosi siswa, di mana siswa yang rutin melaksanakan salat Dhuha cenderung memiliki emosi yang lebih stabil serta hasil belajar Pendidikan Agama Islam yang lebih baik. Penelitian ini merekomendasikan penguatan program pembiasaan ibadah di sekolah sebagai upaya membina kestabilan emosi peserta didik.
Copyrights © 2026