Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat dan pola kejadiannya dapat dipengaruhi oleh variabilitas iklim. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan suhu udara, kelembaban relatif, dan curah hujan dengan jumlah kasus ISPA bulanan di Kota Serang. Studi ekologi deret waktu menggunakan 48 observasi bulanan Januari 2022–Desember 2025 dari Dinas Kesehatan dan BMKG. Analisis meliputi statistik deskriptif, korelasi Pearson/Spearman, lag 0–3 bulan, koreksi false discovery rate (FDR), serta regresi binomial negatif dengan kontrol tren dan seasonalitas; inferensi menggunakan standard error HAC/Newey-West. Selama periode penelitian tercatat 244.531 kasus ISPA dengan rata-rata 5.094,4 kasus/bulan. Korelasi nominal ditemukan pada kelembaban lag 0–1 dan curah hujan lag 2, tetapi tidak bertahan setelah FDR. Model binomial negatif utama tidak menunjukkan hubungan independen yang signifikan. Uji sensitivitas menemukan suhu maksimum lag 1 sebagai sinyal paling konsisten (IRR=0,944; 95% CI 0,902–0,988; p=0,013), tetapi tidak signifikan setelah FDR (p=0,156). Faktor iklim belum menunjukkan asosiasi yang robust dengan ISPA setelah mempertimbangkan tren, seasonalitas, overdispersi, autokorelasi, dan pengujian multipel.
Copyrights © 2026