Kemudahan akses media sosial yang kian masif pada remaja berpotensi meningkatkan paparan konten yang memengaruhi perilaku seksual mereka. Dari 212 juta pengguna internet di Indonesia, sebanyak 21,5% berada pada kelompok usia 13–24 tahun. Tingginya angka ini memicu kekhawatiran terkait dampaknya terhadap perilaku seksual remaja.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penggunaan media sosial dan perilaku seksual pada remaja di SMK Cokroaminoto Kota Manado. Metode yang digunakan adalah kuantitatif analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian mencakup 193 siswa kelas X dan XI, dengan pengambilan sampel sebanyak 66 responden menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner penggunaan media sosial dan kuesioner perilaku seksual, lalu dianalisis menggunakan uji spearman rho (alpha = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berada pada kategori penggunaan media sosial rendah, yaitu 35 responden (53,0%), namun sebagian besar memiliki perilaku seksual kategori berisiko, yaitu 39 responden (59,1%). Uji spearman rho menghasilkan nilai p = 0,014 dan koefisien korelasi r = 0,300. Kesimpulannya, terdapat hubungan positif yang signifikan dengan tingkat korelasi lemah antara penggunaan media sosial dan perilaku seksual. Artinya, semakin tinggi penggunaan media sosial, semakin meningkat kecenderungan perilaku seksual berisiko pada remaja.
Copyrights © 2026