Rendahnya penerapan teknologi seed priming pada budidaya semangka menjadi salah satu kendala dalam memperoleh pertumbuhan benih yang seragam. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penyampaian inovasi kepada petani memerlukan metode penyuluhan yang mampu memberikan pengalaman belajar secara langsung. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kunjungan usaha tani terhadap penerimaan petani pada penerapan teknologi seed priming air kelapa pada benih tanaman semangka (Citrullus lanatus). Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret–Mei 2026 di Desa Sei Bamban, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara, menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif. Responden berjumlah 30 petani yang dipilih secara purposive sampling. Data diperoleh melalui observasi, wawancara, dan kuesioner, kemudian dianalisis secara deskriptif menggunakan skala Likert. Hasil analisis menunjukkan bahwa kunjungan usaha tani memperoleh skor 927 dari skor maksimum 1.050 atau sebesar 88,40%, sehingga termasuk dalam kategori sangat setuju. Nilai tertinggi terdapat pada indikator pendampingan di lapangan (89,33%), diikuti penguatan pemahaman (88,33%) serta observasi dan motivasi penerapan teknologi (87,55%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran melalui kunjungan usaha tani mampu memperkuat penerimaan petani terhadap inovasi karena memberikan kesempatan untuk mengamati, memahami, dan menerapkan teknologi sesuai kondisi usahatani. Oleh karena itu, kunjungan usaha tani dapat dijadikan sebagai salah satu strategi penyuluhan dalam mempercepat penerimaan inovasi pertanian berbasis potensi sumber daya lokal.
Copyrights © 2026