Efektivitas kerja pegawai merupakan penentu utama keberhasilan organisasi, khususnya pada sektor publik yang dituntut untuk memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat. Literatur menunjukkan bahwa dukungan pimpinan, iklim organisasi, dan perilaku kerja proaktif berkontribusi terhadap efektivitas kerja, namun sebagian besar kajian menempatkan perilaku kerja proaktif sebagai variabel mediasi dan menguji ketiga faktor tersebut secara terpisah, sehingga belum tergambar bagaimana ketiganya berperan secara simultan sebagai prediktor sejajar. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji dan menganalisis secara konseptual peran dukungan pimpinan, iklim organisasi, dan perilaku kerja proaktif sebagai prediktor efektivitas kerja melalui pendekatan tinjauan literatur (literature review) berbasis studi kepustakaan terhadap artikel jurnal bereputasi. Hasil sintesis menunjukkan bahwa ketiga variabel secara konsisten berhubungan positif dengan efektivitas kerja, baik melalui mekanisme pertukaran sosial, keamanan psikologis, maupun inisiatif individu. Kebaruan (novelty) artikel ini terletak pada repositioning perilaku kerja proaktif dari variabel mediasi menjadi prediktor langsung yang sejajar dengan dukungan pimpinan dan iklim organisasi, sehingga menghasilkan kerangka konseptual dan tiga proposisi teoritis yang lebih komprehensif sebagai dasar pengembangan penelitian empiris selanjutnya, khususnya pada organisasi sektor publik.
Copyrights © 2026