Brokoli dan pegagan memiliki kandungan flavonoid sebagai antioksidan. Kombinasi ekstrak brokoli dan herba pegagan dikembangkan menjadi sediaan granul instan sebagai antidemensia, namun hingga kini belum diketahui aspek toksikologi dari kombinasi keduanya, sehingga uji toksisitas akut diperlukan untuk mengetahui potensi bahaya, menilai adanya efek toksik, serta menentukan keamanan dari zat yang dikonsumsi. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kisaran nilai LD50 dan gejala toksisitas granul instan ekstrak brokoli dan herba pegagan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian menggunaka uji toksisitas akut dengan 25 ekor mencit betina galur DDY dan dikelompokkan menjadi 5 kelompok. Kelompok perlakukan diberikan sediaan uji granul instan ekstrak brokoli dan herba pegagan K I (5 mg/kgBB), K II (50 mg/kgBB), K III (300 mg/kgBB), dan K IV (2000 mg/kgBB) dan kelompok kontrol negatif diberikan suspensi CMC Na 0,5%. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa granul instan ekstrak brokoli dan herba pegagan memiliki kisaran nilai LD50 2000 mg/kgBB termasuk “Toksik Ringan”. Gejala toksisitas yang terjadi bersifat ringan serta tidak berkepanjangan. Semua hewan uji menunjukkan peningkatan berat badan selama pengamatan tidak terdapat perbedaan nyata sig (0,05). Gambaran organ-organ dalam hewan uji diakhir penelitian dengan pengamatan makroskopis menunjukkan anotomi normal tanpa ada kerusakan yang signifikan antara kelompok negatif maupun kelompok perlakuan. Kata Kunci: Uji Toksisitas, Antidemensia, Ekstrak Brokoli, Herba Pegagan
Copyrights © 2026