Manajemen kinerja memiliki peran krusial dalam akuntabilitas sektor publik, namun studi yang secara khusus mengkaji unit pendukung masih sangat terbatas. Sebagian besar penelitian terdahulu lebih berfokus pada unit teknis atau pelayanan publik langsung, sehingga terdapat kesenjangan penelitian mengenai unit pendukung administratif seperti subbagian protokol. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen kinerja pada Subbagian Protokol Badan Kepegawaian Negara, mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhinya, serta mengevaluasi perannya terhadap efektivitas kegiatan. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui wawancara semi-terstruktur, observasi, dan dokumentasi terhadap sepuluh informan kunci yang dipilih secara purposif. Data dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan dan pelaksanaan kinerja berjalan baik secara operasional, namun pemantauan dan evaluasi belum sistematis serta indikator masih berorientasi pada output. Keberhasilan kinerja sangat dipengaruhi oleh kepemimpinan dan koordinasi, sementara beban kerja tinggi menjadi kendala utama. Kebaruan penelitian ini terletak pada formulasi model manajemen kinerja yang berfokus pada unit pendukung administratif internal di lembaga pemerintah.
Copyrights © 2026