Community Empowerment Journal
Vol. 4 No. 3 (2026)

Pelatihan Bahasa Jawa Figuratif untuk meningkatkan kompetensi berbahasa Jawa siswa PERMADANI

Alfiah Alfiah (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang, Indonesia)
Bambang Sulanjari (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang, Indonesia)
Suyitno Suyitno (Program Studi Pendidikan Sekolah Dasar, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang, Indonesia)
Arif Cahya Ardiyanta (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang, Indonesia)
Nafisa Arum Pramesti (Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Daerah, Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang, Indonesia)



Article Info

Publish Date
12 Sep 2026

Abstract

Bahasa Jawa sebagai warisan budaya takbenda menghadapi ancaman degradasi serius di kalangan generasi muda perkotaan akibat pergeseran bahasa (language shift). Fenomena ini melemahkan penguasaan unggah-ungguh, basa rinengga, dan bahasa tembang macapat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi berbahasa Jawa di Kota Semarang melalui Pelatihan Bahasa Jawa Figuratif. Metode yang digunakan adalah pendekatan Communicative Language Teaching (CLT) dengan teknik ceramah interaktif, role playing, latihan tertulis, apresiasi tembang, dan kuis edukatif. Evaluasi menggunakan desain one-group pretest-posttest terhadap 40 peserta. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor yang signifikan dari 67,78 (pretest) menjadi 83,35 (posttest), atau naik 22,98%. Uji Wilcoxon signed-rank dan paired samples t-test sama-sama mengonfirmasi peningkatan yang sangat signifikan (p < 0,001), dengan ukuran efek sangat besar (Cohen's d = 2,11) dan N-Gain ternormalisasi sebesar 0,48 (kategori sedang). Ketuntasan peserta melonjak dari 55,0% menjadi 97,5%. Temuan ini menunjukkan bahwa pendekatan komunikatif yang kontekstual efektif diterapkan pada komunitas non-formal untuk mempertahankan dan merevitalisasi kemampuan berbahasa Jawa. Organisasi budaya seperti PERMADANI berperan strategis sebagai ruang pemertahanan bahasa daerah di era globalisasi. Javanese as an intangible cultural heritage faces serious degradation threats among urban youth due to language shift. This phenomenon weakens mastery of speech levels (unggah-ungguh), figurative language (basa rinengga), and macapat song poetry. This community service activity aims to improve the Javanese language competence of PERMADANI (Persaudaraan Masyarakat Budaya Nasional Indonesia) in Semarang through Figurative Javanese Language Training. The method employed a Communicative Language Teaching (CLT) approach with interactive lectures, role plays, written exercises, tembang appreciation, and educational quizzes. Evaluation used a one-group pretest-posttest design with 40 participants. Results showed a significant mean score increase from 67.78 (pretest) to 83.35 (posttest), a gain of 22.98%. The Wilcoxon signed-rank test and paired samples t-test both confirmed highly significant improvement (p < 0.001), with a very large effect size (Cohen's d = 2.11) and normalized N-Gain of 0.48 (moderate category). Mastery rate rose from 55.0% to 97.5%. These findings demonstrate that a contextual communicative approach is effectively applied in non-formal community settings to preserve and revitalize Javanese language competence. Cultural organizations like PERMADANI play a strategic role as spaces for regional language preservation in the era of globalization.

Copyrights © 2026






Journal Info

Abbrev

cej

Publisher

Subject

Religion Arts Humanities Biochemistry, Genetics & Molecular Biology Education

Description

The mission of Community Empowerment Journal is to serve as the premier peer-reviewed, interdisciplinary journal to advance theory and practice related to all forms of outreach and empowerment. This includes highlighting innovative endeavors; critically examining emerging issues, trends, challenges, ...