Salah satu permasalahan yang dihadapi UMKM dan dapat menghambat perkembangan serta kesejahteraannya adalah SDM (Sumber Daya Manusia). SDM adalah salah satu aset terpenting dalam menjalankan usaha. Namun, banyak UMKM yang belum mampu mengelola SDM-nya dengan baik dan profesional untuk mendukung pertumbuhan usaha. Beberapa permasalahan SDM yang dihadapi oleh UMKM antara lain: kurangnya jumlah SDM yang kompeten dan terampil sesuai dengan bidang usaha. Metode pelaksanaan kegiatan ini berbasis kelompok dan dilakukan secara komprehensif sehingga para peserta pelatihan (UMKM olahan pangan) dapat lebih fokus dalam menerima materi selama pelatihan tersebut. Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan secara terukur melalui proses monitoring dan evaluasi (Monev) untuk mengukur ketercapaian target, yaitu aspek kebermanfaatan bagi UMKM: memahami dan mengimplementasikan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas dalam mengelola usaha. Pelatihan Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia Berbasis Digital tersebut memberikan manfaat bagi peserta pelatihan, yaitu UMKM olahan pangan Kota Semarang dapat meningkatkan komunikasi (bisa mengajukan pertanyaan kepada narasumber) dan manajemen waktu (dapat membuat daftar prioritas (skala prioritas)). Hal ini sangat diharapkan karena dengan peran yang kuat dalam SDM, UMKM dapat memanfaatkan potensi teknologi digital untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas. One of the challenges facing MSMEs that can hinder their development and well-being relates to Human Resources (HR). HR is a crucial asset in business operations; however, many MSMEs struggle to manage their workforce effectively and professionally to support business growth. Specific HR issues encountered by MSMEs include a shortage of personnel possessing the competence and skills relevant to their specific business sectors. This activity employed a comprehensive, group-based approach, allowing participants—specifically MSMEs in the processed food sector—to focus more effectively on the training material. The community service initiative was conducted systematically, incorporating monitoring and evaluation (Monev) processes to assess the achievement of key objectives—specifically the benefits to the MSMEs: understanding and implementing quality HR management practices within their businesses. The training on "Digital-Based Human Resource Quality Improvement" provided tangible benefits to the participating processed food MSMEs in Semarang City, enabling them to enhance communication (facilitating direct interaction with resource persons) and improve time management (such as creating priority lists or scales). These outcomes are highly desirable, as robust HR capabilities empower MSMEs to leverage the potential of digital technology to boost efficiency and productivity.
Copyrights © 2026