Shuttle bus listrik memerlukan penyaluran daya yang efisien dari baterai menuju motor penggerak, terutama pada bagian controller yang melakukan pengaturan aliran daya dan proses switching. Penelitian ini bertujuan menganalisis rugi daya input-output controller motor BLDC 10 kW pada Electric Shuttle Bus 14 Seats menggunakan Power analyzer PW6001. Penelitian menggunakan metode eksperimen kuantitatif dengan tiga kondisi pembebanan, yaitu beban kosong, beban setengah, dan beban penuh, serta tiga tingkat kecepatan konstan, yaitu 10, 20, dan 30 km/jam. Setiap skenario pengujian dilakukan sebanyak tiga kali sehingga diperoleh 27 data utama. Parameter yang dianalisis meliputi daya input controller (Pin), daya output controller (Pout), rugi daya (Ploss), dan efisiensi controller. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rugi daya meningkat secara konsisten seiring kenaikan kecepatan operasi. Rugi daya rata-rata terendah terjadi pada kondisi beban setengah dengan kecepatan 10 km/jam sebesar 775,4 W, sedangkan rugi daya rata-rata tertinggi terjadi pada kondisi beban penuh dengan kecepatan 30 km/jam sebesar 1948,8 W. Efisiensi controller lebih rendah pada kecepatan 10 km/jam dan meningkat pada kecepatan 20-30 km/jam. Temuan ini menunjukkan bahwa kecepatan operasi memiliki pengaruh yang lebih konsisten terhadap rugi daya controller dibandingkan pembebanan. Kata kunci: daya input-output, efisiensi controller, motor BLDC, PW6001, rugi daya
Copyrights © 2026