Pengajian Al-Qur'an merupakan salah satu bentuk pembinaan spiritual yang memiliki peran penting dalam membentuk kesadaran religius dan memperkuat karakter individu, termasuk bagi warga binaan pemasyarakatan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pengajian Al-Qur'an di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Tapaktuan, Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian menggunakan metode deskriptif analitis dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung terhadap kegiatan pengajian Al-Qur'an selama enam bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pengajian dilaksanakan secara rutin setiap hari Senin hingga Kamis dengan jumlah peserta sebanyak 25 orang warga binaan. Proses pembelajaran menggunakan sistem klasikal dan kelompok dengan materi yang bersumber dari Al-Qur'an terbitan Departemen Agama dan buku Iqra. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa seluruh peserta telah mampu mengenal huruf hijaiyah dan membaca Al-Qur'an, namun sebagian besar belum memahami ilmu tajwid secara teoretis. Selain itu, pelaksanaan pengajian masih menghadapi beberapa kendala, antara lain belum adanya sistem evaluasi yang terstruktur serta keterbatasan media dan bahan ajar tajwid. Oleh karena itu, diperlukan penguatan kelembagaan, pengembangan kurikulum pembelajaran yang lebih sistematis, serta peningkatan kerja sama dengan instansi keagamaan guna meningkatkan kualitas pengajian Al-Qur'an di lingkungan rutan.
Copyrights © 2026