This study aims to examine the significance of symbolic interaction in communication between single mothers and their children in shaping the children’s values and character in daily life. This study employs a descriptive qualitative approach based on George Herbert Mead’s theory of Symbolic Interactionism. Data collection was conducted through in-depth interviews with single mothers who had diverse backgrounds and experiences related to child-rearing. The results of the study indicate that symbolic interaction within single-mother families is formed through consistent daily verbal and nonverbal communication, including casual conversation, emotional support, behavioral guidance, and affective expressions. The interactions that occur in a single mother’s communication with her child ultimately influence the process of meaning-making, which is reflected in the child’s internalization of values such as honesty, responsibility, discipline, empathy, and independence. Furthermore, more open communication patterns and closeness with the child can help strengthen the emotional bond between mother and child, enabling the child to feel safer and develop positive character traits. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji makna dari interaksi simbolik yang terjadi dalam komunikasi antara ibu tunggal dengan anaknya dalam membentuk nilai serta karakter anak dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan mengacu pada teori Interaksionisme Simbolik oleh George Herbert Mead. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan ibu tunggal yang memiliki perbedaan latar belakang maupun pengalaman terkait pengasuhan anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi simbolik pada keluarga ibu tunggal terbentuk melalui konsistensi komunikasi verbal maupun nonverbal setiap hari, termasuk di dalamnya percakapan ringan, dukungan emosional, arahan perilaku, dan ekspresi afektif. Interaksi yang terjadi dalam komunikasi ibu tunggal dengan anaknya pada akhirnya berimplikasi pada proses pembentukan makna yang tercermin dalam internalisasi nilai-nilai seperti kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, empati, dan kemandirian pada anak. Selain itu, pola komunikasi yang lebih terbuka dan kedekatan dengan anak dapat membantu memperkuat kelekatan emosional antara ibu dan anak, sehingga anak akan merasa lebih aman dan mampu mengembangkan karakter positif.
Copyrights © 2026