Penyakit hawar pelepah yang disebabkan oleh Rhizoctonia solani Kuhn merupakan salah satu penyakit penting yang dapat menurunkan produktivitas padi. Penelitian bertujuan untuk mengetahui epidemi dan virulensi R. solani penyebab penyakit hawar pelepah pada tanaman padi di Provinsi Sumatera Barat, Indonesia. Penelitian dilaksanakan pada September hingga Desember 2024 melalui survei lapangan dan analisis laboratorium. Survei lapangan dilakukan menggunakan metode stratified purposive sampling berdasarkan ketinggian tempat, luas panen, dan produksi padi di Provinsi Sumatera Barat. Pengamatan penyakit dilakukan pada pertanaman padi fase vegetatif aktif (40–60 hari setelah tanam) dengan luas area pengamatan 300–500 m². Analisis laboratorium meliputi isolasi, identifikasi, uji patogenisitas, dan uji virulensi isolat jamur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyakit hawar pelepah ditemukan pada seluruh lokasi pengambilan sampel dengan insidensi penyakit mencapai 100%. Rata-rata severitas penyakit mencapai 36,49% di Kabupaten Pesisir Selatan, 33,71% di Limapuluh Kota, dan 33,39% di Tanah Datar, dengan rata-rata severitas penyakit di Provinsi Sumatera Barat sebesar 34,52%. Karakterisasi morfologi menunjukkan bahwa koloni jamur pada awalnya berwarna putih dan berubah menjadi kecokelatan seiring bertambahnya umur koloni. Koloni tumbuh secara melingkar dengan miselium halus, sedangkan pengamatan mikroskopis menunjukkan hifa hialin, bersekat, dan bercabang membentuk sudut sekitar 90°. Uji virulensi menunjukkan adanya variasi tingkat virulensi antar isolat dari lokasi yang berbeda. Nilai virulensi berkisar antara 19,95–29,71% pada isolat Tanah Datar, 19,43–24,60% pada isolat Limapuluh Kota, dan 22,32–28,86% pada isolat Pesisir Selatan, dengan masa inkubasi berkisar antara satu hingga tiga hari. Hasil penelitian ini memberikan informasi penting mengenai karakteristik epidemiologi dan keragaman virulensi populasi R. solani di Sumatera Barat yang dapat mendukung pengembangan strategi pengendalian penyakit hawar pelepah pada tanaman padi secara efektif.
Copyrights © 2026