Desa Jebung Lor, Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan melalui pemberdayaan masyarakat, namun masih menghadapi sejumlah permasalahan, antara lain pengelolaan sampah yang belum optimal, rendahnya kesadaran Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), tingginya biaya pakan pada unit usaha Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), perlunya peningkatan kapasitas petani dan peternak, serta terbatasnya pemanfaatan teknologi digital oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan, memperkuat perekonomian desa, serta meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pendekatan Participatory Action Research (PAR). Metode yang digunakan meliputi observasi lapangan, identifikasi permasalahan, diskusi partisipatif, perencanaan program, implementasi kegiatan, serta evaluasi bersama masyarakat. Program yang dilaksanakan terdiri atas pembangunan rocket stove sebagai teknologi pengelolaan sampah kering, edukasi PHBS kepada siswa sekolah dasar, budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF) melalui kolaborasi dengan BUMDes, pelatihan pertanian dan peternakan, serta pelatihan digitalisasi UMKM. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat memberikan respons positif terhadap seluruh program yang dilaksanakan. Rocket stove dan budidaya maggot mendukung pengelolaan sampah yang lebih terpadu, edukasi PHBS meningkatkan kesadaran hidup bersih sejak usia dini, pelatihan pertanian dan peternakan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai budidaya berkelanjutan, sedangkan pelatihan digitalisasi UMKM meningkatkan pemahaman pelaku usaha dalam memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas pemasaran produk. Integrasi kelima program tersebut menunjukkan bahwa pendekatan PAR mampu menghasilkan model pemberdayaan masyarakat yang mendukung peningkatan kualitas lingkungan, penguatan ekonomi desa, serta peningkatan kapasitas masyarakat secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026